Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konstruksi Baja Roboh, Sembilan Pekerja Terluka

Nugroho Setyabudi , Jurnalis-Jum'at, 09 Maret 2012 |14:27 WIB
Konstruksi Baja Roboh, Sembilan Pekerja Terluka
Baja ringan yang roboh (Foto: Nugroho S/okezone)
A
A
A

SEMARANG- Sembilan orang menderita luka ringan dan berat setelah konstruksi atap baja ambruk dan menimpa para korban.

Ambruknya atap baja ringan itu terjadi di sebuah ruko di yang sedang dalam proses pembangunan di sekitar kawasan Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, Jumat (9/3/2012).

Para korban yang semuanya adalah para pekerja bangunan itu langsung dilarikan ke RSUD Ketileng untuk menfapatkan perawatan. Kebanyakan dari mereka mengalami luka di bagian kepala, akibat terhantam konstruksi yang roboh itu.

Agung Sulistyo, saksi yang melihat kejadian, mengatakan saat kejadian dirinya tengah berada di bagian luar gedung calon ruko. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari bagian atas bangunan itu.

"Saya ada di bawah tapi di luar bangunan, sekira pukul 10.00 WIB. Saya mendengar suara gemuruh dan dentuman keras seperti ada dump truck sedang membongkar bebatuan untuk keperluan pembangunan ruko itu. Korban semuanya adalah pekerja, salah satunya wanita. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit," kata Agung saat ditemui di lokasi kejadian.

Petugas Kepolisian dari Sektor Tembalang memeriksa beberapa saksi kejadian dan melakukan olah TKP. Lokasi jatuhnya atap baja ringan kemudian diberi police line oleh petugas.

Seorang korban bernama Rohimin mengaku masih mengalami trauma akibat kejadian itu, walau ia hanya mengalami luka ringan di kakinya.

"Saya masih takut dan syok setelah kejadian itu. Soalnya saya melihat sendiri teman-teman kejatuhan konstruksi atap itu. Konstruksi memang tidak kuat jadi ambrol saat akan dipasangi atap, beruntung saya hanya luka ringan," tutur Rohimin di lobby RSUD Ketileng.

Belum jelas pasti apa penyebab runtuhnya konstruksi atap baja ringan itu. Mandor bangunan yang ditemui di lokasi dan rumah sakit masih enggan untuk memberikan keterangan.

Bahkan ketika wartawan akan mewawancarai korban lain, mandor itu melarang dan segera membawa anak buahnya itu pergi dengan menggunakan mobil pikup.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement