SOLO - Manajemen CV Media Karya Putra, penerbit buku Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat ideologi Indonesia adalah Komunis, mengaku sudah mengirimkan surat permintaan maaf kepada Sekolah Menengah Umum (SMU) di Sukabumi, Jawa Barat. Penerbit juga mengaku tidak akan menarik peredaran buku, karena buku tersebut tidak dijual untuk siswa, melainkan bagi tenaga pengajar.
"Setelah muncul protes, kami langsung mengirimkan surat permohonan maaf kepada para guru dengan nomer surat 010/MKP/I/2012 tentang ralat kunci jawaban pada 20 Januari 2012, yang kami selipkan pada cetakan baru. Jadi kenapa harus ditarik," jelas Direktur CV Media Karya Putra, Saifullah Wali, kepada okezone, di Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/4/2012).
Selain khusus untuk para guru, CV Media Karya Putra mengaku menyetak buku tersebut dalam jumlah terbatas. "Ini sebenarnya buku cetakan pelajaran ketiga. Setiap naik cetak, kami mencetak untuk pegangan guru ini sebanyak 700-1000 untuk sekali terbitan," ujarnya.
Terkait adanya kunci jawaban yang menyebutkan bahwa ideologi negara Indonesia adalah komunis, Saifullah menduga kesalahan tersebut terjadi pada tahap lay out. Karena, selain menyetak buku pegangan khusus guru, percetakan yang dikelolanya juga mencetak buku pelajaran lainnya.
Menurutnya, mencuatnya persoalan jawaban "komunis" dalam buku tersebut, tidak lepas dari campur tangan para pesaing bisnis. "Bisa saja karena adanya sentimen bisnis para penerbit melalui para guru yang dibayar oleh percetakan lain," duganya. (ris)
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.