Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pejabat & Politikus Senior Merapat ke ISNU

Muhammad Saifullah , Jurnalis-Minggu, 22 April 2012 |21:52 WIB
Pejabat & Politikus Senior Merapat ke ISNU
ilustrasi (Foto:Ist)
A
A
A

JAKARTA- Sejumlah politikus senior, pejabat negara, dan tokoh nasional dipastikan akan bergabung dalam wadah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Hal ini selaras dengan semangat utama ISNU, yaitu menyatukan kader NU yang tersebar di banyak tempat.

Ketua Umum Pengurus Pusat ISNU, Ali Masykur Musa mengatakan, susunan kepengurusan ISNU periode 2012-2017 mengambarkan bersatunya kader NU yang selama ini belum terkonsolidasi dengan baik untuk membesarkan dan memajukan NU.

“Ternyata banyak kader NU yang berkualitas dan mempunyai posisi penting di berbagai lembaga tinggi negara atau pun swasta,” ujar Ali Masykur Musa di Jakarta, Minggu (22/4/2012).

Di antara nama-nama yang masuk dalam jajaran pengurus ISNU periode ini adalah  Irnanda Laksanawan (Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur, Udoro Kasih Anggoro (Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian), Dewi Ariani (Anggota Komisi VII DPR RI), Yudi Latief (Direktur Reform Institute), M Fajrul Falaakh (Pakar Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum UGM).

Sementara itu, di jajaran dewan penasihat, terdapat nama-nama beken yang telah malang melintang dalam dunia politik. Antara lain Asad Said Ali, Taufikurrahman Ruki, Idrus Marham, Suryadharma Ali, Muhaimin Iskandar, Choirul Anam, Khofifah Indar Parawansa, Yenni Arifah Chafsoh Wahid, Ahmad Bagdja, dan Ahmad Mubarok.

Sedangkan di jajaran Dewan Kehormatan juga terdapat nama-nama populer. Antara lain Mahfud MD, Arief Mudatsir Mandan, Sinta Nuriyah Wahid, Aboe Amar Joesoef, Ali Maschan Moesa, Muhyidin Arubusman, Hasan Bisri, Oesman Sapta Odang, Djan Faridz, Helmy Faisal Zaini, Fauzi Bowo dan Ratu Atut Chosiyah.

ISNU rencananya akan menggelar pelantikan pengurus pada Selasa 24 April mendatang, di Balai Kartini, Jakarta. Pelantikan akan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. “Ini akan menjadi momentum bangkitnya sarjana-sarjana NU,” kata Ali Masykur.

Pada bagian lain, Ali Masykur mengatakan, ISNU berperan membantu NU dalam mengemban amanah meningkatkan kesejahteraan umat. Hal itu telah tertuang jelas pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga ISNU.

Untuk itu, ISNU akan menghimpun dan mengorganisasikan para warga ilmuwan serta insan profesional pondok pesantren NU atau sarjana  dan guru besar pendidikan umum dari berbagai disiplin ilmu secara modern dan terarah.

Lebih lanjut, Ali Masykur menjelaskan, ISNU akan membantu NU terus mengembangkan Islam rahmatan lil alamin yang anti kekerasan dan radikalisme di tengah gempuran faham transnasional dari dunia internasional dan maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. “ISNU berniat untuk mewujudkan Islam Indonesia yang ramah bersahaja,” tuturnya.

Dalam politik kenegaraan, ISNU lebih mengedepankan kebangsaan daripada sektarianisme berbasis agama sekali pun.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement