STP Bandung Susun Buku Referensi Kuliner Nasional & Internasional

Iman Herdiana, Okezone · Rabu 09 Mei 2012 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2012 05 09 373 626696 27HMDrlQJA.jpg Ilustrasi : Corbis

BANDUNG - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menugaskan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung untuk menyusun buku kuliner khas nusantara. Buku ini nantinya akan menjadi referensi kuliner secara nasional dan internasional.

Ketua STP Bandung Noviendi Makalam mengatakan, penyusunan buku copy table book 25 set menu bagian dati pengembangan pusat kajian seni kuliner nusantara di Bandung. Hal ini terkait dengan pembangunan informasi set menu yang akan dipakai untuk acara kenegaraan maupun untuk promosi pariwisata dan ekonomi kreatif ke luar negeri. “Buku akhir tahun ini selesai," kata Noviendi, di Bandung, kemarin.

Buku copy table book 25 set menu itu terdiri dari gambar dengan sedikit keterangan. Misalnya, filosofi dan sedikit interpretasi terhadap menu, ukuran kalori, dan fakta-fakta menunya, dan cara pembuatannya.  

Penelitian penulisan buku melibatkan konsorsium juru masak se-Indonesia. Selain itu, diurus juga Hak Atas Kekayaan Intelektual-nya. Menurutnya, menu kuliner yang ada pada database STP jumlahnya mencapai ribuan. “Tapi harus di set lagi,” katanya.

Dalam satu set menu terdiri dari beberapa varian makanan. Di antaranya, pempek Palembang sebagai makanan pembuka, dilanjutkan gado-gado atau urab Tegal.

"Satu set itu dari appertiser, sup, pokoknya dari ujung rambut sampai kuku. Misalnya yang beratnya itu nasi campur Bali atau timbel Pasundan. Kita beri nama sesuai lokasi," paparnya.

Set-set menu dalam buku disusun jadi satu kesatuan. Selanjutnya ada standarisasi dan disosialisasikan ke restoran di luar negeri termasuk ke KBRI. Selanjutnya buku tersebut akan berguna bagi rancangan paket wisata ke lokasi tempat menu berasal. Misalnya paket wisata ke Bali dan Pasundan lengkap dengan menu khasnya.

Sementara Dirjen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Gede Pitana menambahkan, set menu tersebut akan jadi referensi. Misalnya, untuk KBRI yang ada di berbagai negara di dunia.

"KBRI kan ada di mana-mana, sering sekali mereka mengadakan acara makan, bingung dia. Daripada engga cocok, kita berikan ini. Satu sampai 25 itu mau pilih yang mana. Kita kasih pakaian jadi, mereka tinggal pakai," ujar Gede.

Diharapkan, buku tersebut akan selesai akhir tahun ini. Selanjutnya sosialisasi ke berbagai tempat, termasuk KBRI, dilakukan mulai tahun depan.(mrg)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini