Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siapapun dapat Membayar untuk Kekalahkan Obama

Aulia Akbar , Jurnalis-Senin, 21 Mei 2012 |16:02 WIB
Siapapun dapat Membayar untuk Kekalahkan Obama
Foto : Barack Obama (AP)
A
A
A

JAKARTA - Peranan uang dalam pemilu Amerika Serikat (AS) sangatlah besar. Pemilu AS juga tampil bak judi lotere, di mana seseorang dapat mengeluarkan uang untuk mengalahkan salah seorang kandidat dan bila kandidat itu kalah, dia akan menerima keuntungan.

Akademisi dari Universitas Kansas Professor Burdett A Loemis mengatakan, saat ini kampanye pilpres AS memakan dana yang tidak sedikit. Dana tersebut mencapai miliaran dolar AS, banyak pula kelompok-kelompok independen yang rela mendonasikan dananya kepada berbagai kandidat.

"Pada 2008, dana kampanye di AS berjumlah US1,8 miliar atau sekira Rp1.687 triliun, jumlah ini merupakan dua kali lipat dari tahun 2004. Namun saat ini, uang pun berbicara, bila Anda ingin mendukung salah seorang kandidat, Anda bisa mengumpulkan dana dan memberikan untuknya," Professor Loemis, di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Senin (21/5/2012).

"Banyak orang kaya di AS yang dihadapkan oleh dua pilihan. Misalnya, apakah dia akan menghabiskan uang untuk berlibur, atau mengalahkan Obama," imbuhnya.

Meski demikian, penggunaan uang dalam kampanye pilpres AS dinilai akan menciptakan dampak yang buruk. Ketika uang sudah ditangan, aturan akan semakin kacau. Para kandidat yang mendapatkan sumber dana dari luar tentunya akan kehilangan kendali.

"Dengan uang, silahkan pilih siapa yang akan Anda bayar, Obama, Romney atau Ron Paul," ucap Loemis, sambil tertawa menyindir Ron Paul.

Dengan menyaksikan jumlah perolehan suara yang didapat Obama atau Mitt Romney, terlihat pula peluang dari kedua kandidat itu untuk menduduki Gedung Putih. Seorang donatur bisa saja menarik keuntungan dengan mengirimkan uangnya untuk satu orang kandidat dan bila kandidat yang dibayarnya menang, donatur akan mendapatkan uangnya lagi seperti halnya judi.  Menanggapi hal itu, Loemis menyebut kampanye itu sebagai kampanye yang nakal.

Dalam pertarungan di pilpres AS, Partai Republik yang umumnya terpecah belah ke dalam divisi-divisi, pasti bersatu untuk mengalahkan Obama. Oleh karena itulah, mereka tidak segan-segan untuk mengucurkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit untuk memenangkan kandidatnya.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement