SOLO - Tidak mau kalah dengan kalangan aktivis antikorupsi yang mengumpulkan koin untuk pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi, buruh di Solo juga siap menggalangan dana.
Buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, rela melakukan pemotongan upah agar lembaga super body tersebut bisa membangun gedung baru.
Ketua SBSI 1992 Surakarta, Suharno, mengatakan, saweran penggalangan dana pembangunan gedung KPK sebagai bukti nyata jika rakyat tidak menginginkan lembaga itu 'main mata' dengan para koruptor. Selain itu, aksi tersebut bentuk sindirian, agar DPR menyetujui pembangunan gedung baru.
"Buruh sangat geram kepada DPR yang tidak menyetujui dana anggaran untuk pembangunan gedung baru KPK," jelasnya kepada Okezone, di Solo, Jawa Tengah, Kamis, (28/6/2012).
"Penghimpunan dana ini bukan kehendak KPK, tapi kehendak rakyat. Kita nanti akan memberlakukan potongan upah dari buruh untuk saweran," tegas dia.
Aksi saweran buruh menurut dia telah didiskusikan para aktivis buruh. Hanya saja aksi tersebut belum secara nasional digerakkan oleh organisasi pekerja. "Koordinasi secara nasional belum ada, tetapi kami akan mendukung aksi tersebut. Berdasarkan diskusi di sekretariat juga mendukung aksi saweran," pungkasya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.