YERUSALEM - Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman yakin, Presiden Suriah Bashal al Assad sadar bila Israel siap menyerang Hizbullah jika mereka mendapatkan senjata kimia. Lieberman juga menilai, pandangan Barat yang melihat Hizbullah sebagai partai politik adalah salah.
"Kami mengetahui, Hizbullah memiliki senjata non-konvensional yakni senjata kimia dan biologi. Kami akan segera bertindak, pesan ini diketahui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara Eropa, dan Amerika Serikat (AS)," ujar Lieberman, seperti dikutip Arutz Sheva, Rabu (25/7/2012).
Lieberman juga menjelaskan tentang laporan yang menyebutkan bahwa negara-negara Eropa menolak untuk mengkategorikan Hizbullah sebagai kelompok teroris. Lieberman mengklaim, pernyataan itu salah.
Menurutnya, seluruh negara Barat sadar akan keberadaan senjata kimia dan hal itu tentunya mempengaruhi pandangan mereka terhadap organisasi Hizbullah.
Komentar Lieberman muncul bersama dengan laporan penangkapan tiga mata-mata Israel yang dilakukan Hizbullah. Menurut Suratkabar Al Nahar di Lebanon, salah satu tersangka melakukan aksi penyelundupan manusia dan mencoba menyelundupkan warga Palestina ke Eropa.
Isu kepemilikan senjata kimia yang melibatkan Suriah juga menjadi pokok perhatian komunitas internasional. Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, negaranya tidak mungkin menggunakan senjata mematikan itu dalam konflik internalnya.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.