Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Oposisi Suriah Minta Dipersenjatai

Khairisa Ferida , Jurnalis-Minggu, 29 Juli 2012 |13:10 WIB
Oposisi Suriah Minta Dipersenjatai
Pemberontak Suriah (Foto: Ist)
A
A
A

DAMASKUS - Ketua Dewan Nasional Suriah (SNC) Abdulbaset Sayda menyerukan agar negara-negara asing mempersenjatai oposisi. Pernyataan Sayda ini muncul menyusul meningkatnya serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah di Kota Aleppo yang dikuasai pemberontak.

"Kami menginginkan senjata yang dapat melawan kendaraan lapis baja dan jet tempur," tutur Sayda seperti dikutip dilansir BBC, Minggu (29/7/2012).

Sayda juga mendesak agar negara-negara Arab memberikan dukungan mereka kepada tentara pembebasan Suriah. Pada kesempatan yang sama Sayda juga menyinggung spekulasi pemberian suaka bagi Presiden Bashar al-Assad. Menurut Sayda, Assad lebih layak diadili dibanding diberikan suaka.

"Apa yang terjadi di Yaman dimana Presiden Ali Abdullah Saleh diberikan amnesti sebagai imbalan karena telah mengundurkan diri tidak dapat berlaku di Suriah. Ada tragedi pembantaian yang kami yakini Presiden Assad terlibat didalamnya sehingga ia harus diadili," ujar Sayda.

"Ia (Presiden Assad) adalah seorang kriminal dan tidak seharusnya diberikan pengampunan," tambah Sayda.

Pemimpin oposisi ini juga mengatakan, oposisi yang berada di luar Suriah akan segera menghubungi pemberontak bersenjata untuk membahas pembentukan pemerintahan transisi.

"Kami tengah mempelajari gagasan terkait dengan pemerintahan transisi dan kami akan menghubungi seluruh pasukan yang berada di lapangan. Pemimpin dari pemerintahan transisi ini nantinya haruslah sosok patriotik dan jujur serta sejak awal memiliki komitmen demi tercapainya revolusi Suriah," ujar Sayda.

Pernyataan Sayda ini dinilai sebuah langkah baru dari pihak oposisi mengingat sebelumnya oposisi tidak secara terbuka menyatakan menerima dukungan militer dari pihak asing.

Sementara itu kekerasan mematikan masih terus terjadi di Kota Aleppo yang diketahui merupakan kota yang paling padat penduduk. Utusan khusus PBB untuk Suriah Kofi Annan menyuarakan keprihatinannya atas konsentrasi pasukan dan senjata berat di sekitar kawasan Aleppo.

"Meningkatnya kekuatan militer adalah bukti bahwa diperlukan upaya lebih lanjut dari komunitas internasional untuk bersama-sama membujuk agar terjadinya transisi politik yang mengarahkan pada penyelesaian krisis ini," ujar Annan.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement