Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DPRD Jabar Belum Bahas Raperda Penutupan Peternakan Babi

Iman Herdiana , Jurnalis-Selasa, 14 Agustus 2012 |11:12 WIB
DPRD Jabar Belum Bahas Raperda Penutupan Peternakan Babi
Ilustrasi, penertiban babi di Medan (Foto: Risna/okezone)
A
A
A

BANDUNG- DPRD Jawa Barat (Jabar) mengaku belum menerima rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam raperda itu terdapat pasal yang akan menutup peternakan babi di Jabar.

"Saat ini kepada DPRD maupun Komisi B belum pernah kita bahas berkaitan dengan raperda peternakan yang isinya penutupan peternakan babi," kata Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Gantina di Bandung, Selasa (14/8/2012).

Kata dia, seandainya raperda tersebut diajukan, anggota dewan akan membahas dalam Prolegda 2012 hingga akhir 2012.

"Mungkin kesempatannya pada saat kita bahas APBD perubahan yang rencananya Jumat ini, lalu ada selang waktu libur hari raya, jadi mungkin nanti setelah itu," katanya.

Menurutnya, proses pembahasan raperda tentu akan memerlukan waktu. Pihaknya tidak akan melihat dari sisi subjektifnya saja, tetapi harus berdasarkan berbagai kajian dan saran masyarakat di sekitar peternakan babi.

"Seperti yang kita ketahui, babi pun salah satu hewan yang dimanfaatkan protein, daging untuk makanan manusia yang non-muslim. Maka mengenai rencana penutupan (ternak babi) akan kita lihat," terangnya.

Hal yang dikaji meliputi lokasi peternakannya, misalnya apakah peternakan babi tersebut sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Berdasarkan RTRW harus dilihat sebaiknya peternak babi itu ada di mana.

"Jika harus ditutup harus ada solusi. Saat ditutup akan terjadi kekosongan stok bahan protein dari babi. Menurut saya peternakannya di Jabar sangat-sangat kecil bahkan di bawah 5 sampai 10 persen," pungkasnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement