Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keuntungan Menjualan Bakso Ayam Tiren Rp800 Ribu per Hari

Prabowo , Jurnalis-Jum'at, 31 Agustus 2012 |16:04 WIB
Keuntungan Menjualan Bakso Ayam Tiren Rp800 Ribu per Hari
Ilustrasi bakso (foto: okezone)
A
A
A

BANTUL- Tergiur mendapat keuntungan berlipat ganda, membuat gelap mata Sugiyono (43) dan menghalalkan segala cara dalam memproduksi bakso. Pria asli Wedi, Klaten, Jawa Tengah itu nekat memproduksi bakso dengan bahan dasar ayam tiren.

Entah sudah berapa lama lulusan SMP 1 Gantiwarno Klaten itu memproduksi bakso tersebut, tetapi pria yang dianugerahi seorang putra yang kini menginjak usia 12 tahun itu mengaku belum lama.

“Memang saya menjual bakso sudah lama, tetapi menjual bakso dengan ayam mati itu baru satu atau dua tahun terakhir ini,” kata suami Mujiasih itu saat berbincang dengan Okezone dari balik jeruji besi Mapolsek Pleret Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/8/2012).

Alasan pria berbadan gendut itu nekat membuat bakso berbahan ayam tiren, karena keuntungan lebih besar dibandingkan dengan mengunakan daging sapi. Rumah produksinya mampu menghasilkan lebih dari 1.000 bakso setiap hari dengan tiga ukuran berbeda yakni besar, sedang, dan kecil.

“Saya jual satu plastik yang berisi 10 bakso dengan harga Rp7.000 untuk ukuran besar, untuk ukuran sedang Rp3.000, dan ukuran kecil Rp700,” katanya.

Pria yang kini harus mendekam di balik jeruji besi polisi itu mengaku, rata-rata hasil bersih penjualan bakso berkisar Rp700 hingga Rp 800 ribu per hari.

Tetapi pascadigrebek petugas gabungan di rumahnya yang berada di Dusun Pungkuran Wetan, Pleret, Bantul, Yogyakarta, pada Rabu, 29 Agustus kemarin, kini dia tidak bisa menjalankan lagi bisnisnya.

Dia sadar apa yang dilakukannya tidak benar, tetapi, demi mendapatkan keuntungan dia nekat mengolah ayam tiren tersebut untuk membuatan bakso.

Dalam menjalan bisnisnya, dia mengaku memperkerjakan tiga karyawan yang masih saudara dari istrinya. Ketiga karyawan itu bertugas mencabut bulu ayam dan membersihkan daging dari tulang-tulang selanjutnya dibawa ke pengilingan daging.

Dalam rumah pengilingan daging tersebut juga merupakan usaha milik saudara istrinya. Setelah digiling, daging yang sudah lembut itu baru dibuat bakso.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement