BANTUL– Bos bakso ayam tiren, Sugiyono (42), yang tinggal di Dusun Pungkuran Wetan, Pleret, Bantul, Yogyakarta hanya bisa tertunduk lesu di balik jeruji besi kantor polisi setempat. Polisi menahan suami Mujiasih itu karena nekat memproduksi dan menjualbelikan bakso tersebut.
Saat ditemui di balik penjara, pria berbadan gendut itu mengaku hanya melakukan uji coba dalam memproduksi bakso dengan bahan dasar dari ayam tiren. Setelah melihat hasilnya tidak jauh berbeda dengan daging sapi, akhirnya dia menggunakan ayam tiren agar keuntungan yang diperoleh bisa jauh lebih banyak.
“Rasanya sama dengan bahan dari sapi atau mengunakan daging lainnya. Tidak bisa dibedakan kalau sudah menjadi bakso. Bahan dari ayam mati itu dicampur dengan bahan lainnya seperti tepung,” jelasnya pada okezone saat berbincang di Mapolsek Pleret, Bantul, Yogyakarta, Jumat (31/8/2012).
Meski menjual bakso lebih dari 10 tahun, tetapi dia mengaku baru berjalan dua tahun terakhir ini memproduksi bakso dengan bahan ayam tiren tersebut. Pria yang lulus SMP N 1 Gantiwarno Klaten itu mengaku juga mengonsumsi bakso produksinya. “Saya, istri, dan anak juga biasa makan bakso itu. Tidak ada masalah selama ini, rasanya juga enak,” beber pria itu.
Dia mengaku, tidak semua bangkai ayam diolah menjadi bakso. Hanya bangkai yang masih bagus dan terlihat masih segar yang dipakai membuat bakso. Sedangkan, bangkai ayam yang tidak layak dibuang untuk pakan ikan air tawar. “Saya seleksi kondisi ayam yang mati. Kalau melihat ayamnya sudah membiru dan bau busuk, tidak saya pakai sebagai bahan pembuatan bakso,” jelas pria asal Wedi Klaten, Jawa Tengah itu.
Disinggung apakah menyesal? Pria itu terlihat berkaca-kaca matanya dan diam sesaat. Entah apa yang dipikirkan, tetapi beberapa saat dia baru mengakui menyesal.
Dia sadar bahwa yang dilakukan itu salah menurut aturan agama dan keyakinan yang dianutnya. “Saya muslim, saya tau ini salah, saya mohon maaf atas semua yang sudah saya lakukan, khususnya kepada mereka semua yang mengonsumsi bakso buatan saya,” jelasnya.
Sugiyono mengaku akan tunduk dan patuh pada hukum yang ada. Dia menyerahkan proses hukum yang sedang dijalaninya pada petugas Kepolisian atau Kejaksaan nantinya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.