YOGYAKARTA - Revitalisasi kawasan Malioboro yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta menuai kritik dari masyarakat. Salah satu yang dikritik ialah papan nama Jalan Malioboro diubah menjadi berwarna warni sejak 23 Agustus lalu.
Setelah sepekan lebih terpasang, akhirnya pemkot mengubah papan nama seperti sedia kala, yakni berwarna hijau dengan tulisan putih "JL. Malioboro", disertai aksara Jawa kecil di bawahnya.
“Saya enggak tahu, cuma disuruh memperbaiki ini. Saya tidak memasang papan namanya, cuma merapikan yang ada di sini,” kata Wiji Purwanto (51), warga Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Rabu (5/9/2012). Buruh bangunan itu dipercaya pemkot mengganti papan nama jalan itu dan harus selesai hari ini.
Penggantian papan nama jalan itu disambut baik warga yang biasa beraktivitas di Malioboro. Kelik, anggota paguyuban parkir di Malioboro, sangat setuju dengan penggantian tersebut. Papan nama Malioboro merupakan ikon Yogyakarta.
“Kalau yang dipasang kemarin kayak anak kecil saja, ini Malioboro bukan taman kanak-kanak,” cetusnya.
Lampu-lampu yang sudah terpasang di sepanjang jalan Malioboro, lanjut dia, juga menjadi ikon Yogyakarta. “Seperti lampu segi tiga itu kalau mau diubah, ngawur itu pemkot,” tegasnya.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.