WASHINGTON - Presiden Suriah Bashar al-Assad mendapat peringatan dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait isu senjata kimia di negaranya. Assad dinyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab bila pasukan-pasukannya menggunakan senjata tersebut.
Peringatan AS dan Eropa muncul pada akhir pekan lalu, bersamaan dengan maraknya pemberitaan mengenai senjata kimia Suriah. Pada Juli lalu, Presiden AS Barack Obama mengatakan, bila Assad terbukti menggunakan senjata itu, Assad sama saja melangkahi garis merah yang sudah ditetapkan dan mengundang intervensi AS.
Pentagon memprediksikan, intervensi militer bisa dilakukan Negeri Paman Sam guna mengamankan senjata-senjata kimia itu. AS juga akan membutuhkan 75 ribu pasukan ke Suriah.
"Presiden sudah mengatakan dengan jelas bahwa, penggunaan senjata kimia di Suriah sama saja dengan melangkahi garis merah AS. Rezim Assad harus tahu, dunia sedang mengawasi mereka dan mereka bertanggung jawab dengan AS dan komunitas internasional bila mereka menggunakan senjata itu," ujar salah seorang pejabat AS, seperti dikutip New York Times, Senin (3/12/2012).
Sejauh ini, Obama selalu berhati-hati dalam membahas intervensi militer ke Suriah dan membantu fraksi oposisi secara langsung. AS juga menunda pengakuannya terhadap fraksi oposisi Suriah karena sejumlah hal.
Menurut Israel, penggunaan senjata kimia yang dilakukan Suriah hanyalah gertakan. Gertakan itu ditujukan untuk memperingatkan Barat yang selalu membicarakan dukungan ke oposisi.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.