SOLO – Pascakepergian Joko Widodo dari Kota Solo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Citra Mandiri, kembali meneruskan proyek pembangunan di kawasan bekas Pabrik Es Sari Petojo. Dahulu, Jokowi menentang proyek itu karena dianggap merusak cagar budaya.
Awalnya lokasi tersebut akan dibangun mall, namun ditentang oleh Jokowi yang berujung perseteruan dengan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Kini, area itu akan dibangun hotel berbintang lima lengkap dengan ruang pertemuan (meeting) yang mampu menampung 2.400 orang.
"Kita selesaikan Amdal, kemungkinan Januari antara tanggal 11 sampai 15 itu pembangunan hotel akan kita mulai," jelas Direktur Perusda Citra Mandiri Sayuti, kepada wartawan di Solo, Rabu (19/12/2012).
Selain masukan dari pihak Pemkot Solo, menurut Sayuti, pihaknya juga menerima masukan dari masyarakat luas menyangkut pembangunan hotel bintang lima. Salah satu masukan yang dipertimbangkan yakni pengadaan fasilitas ruang meeting dengan daya tampung lebih dari dua ribu orang.
"Infonya di Solo ini kesulitan kalau mencari ruang meeting dengan peserta lebih dari dua ribu. Makanya kita rancang ruang meeting dengan kapasitas sekitar 2400 peserta," katanya.
Pengadaan ruang meeting yang luas tersebut juga untuk mendukung Kota Solo sebagai kota Meetings, Incentives, Conventions, Exhibitions (MICE). "Jadi event meeting dengan peserta lebih dari dua ribu orang yang akan masuk Solo tidak akan lari ke Jogja atau ke Bali. Selama ini kan begitu, karena Solo tidak punya ruang," jelasnya.
Rencananya, Hotel Saripetojo akan dibangun dengan daya tampung 180 kamar setinggi 16 lantai dan ketinggiannya sudah disetujui oleh Angkasa Pura. Demi kelancaran pembangunan hotel tersebut pihaknya siap mentaati peraturan yang berlaku di wilayah Kota Solo.
"Termasuk dalam IPR disebutkan bahwa batas lahan kita harus mundur 14 meter di Jalan Agus Salim dan 12 meter di Jalan Transito itu juga akan kita taati," katanya.
Begitu pula dengan rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) terkait langkah pelestarian benda cagar budaya (BCB) di lahan bekas pabrik es tersebut. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga keutuhan eks Rumah Dinas Kepala Pabrik Es Saripetojo, bahkan kini upaya perbaikan telah dimulai.
"Kemungkinan untuk kantor. Kita sudah mulai perbaiki. Sekarang juga sudah mulai kita pasang foto-foto kenangan pabrik es, sebagai penanda BCB dan sudah pernah berdiri pabrik es di sana," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mendukung rencana pembangunan Hotel Saripetojo. Dirinya berharap, pembangunan tersebut berjalan mengikuti ketentuan yang berlaku di Kota Solo. "Saya berpesan rumah dinas harus dijaga keasliannya. Bangunan hotel juga harus bercirikan Kota Solo," katanya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.