DUBAI - Iran menepis tuduhan yang menyebutkan bahwa Negeri Persia itu melatih kelompok militan Nigeria yang merencanakan serangan ke Israel dan Amerika Serikat (AS). Menurut Iran, tuduhan itu sengaja dibuat oleh musuh untuk merusak hubungan Iran dan Nigeria.
"Iran dan Nigeria memiliki hubungan yang bersahabat dan dekat meski ada gangguan dari musuh kedua negara ini, kerja sama kami terus membaik," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, seperti dikutip Reuters, Jumat (22/2/2013).
Tuduhan itu mengacu pada laporan mengenai penangkapan Abdullahi Mustapha Berende dan dua warga Nigeria pada Desember lalu. Berende dan Pemerintah Iran dituduh melakukan kejahatan yang mengancam keamanan nasional negara Afrika itu.
Pada 2004 silam, Israel juga menuduh diplomat Iran melakukan aksi spionase terhadap kantor Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Nigeria, Abuja. Namun Negeri Persia itu langsung membantah keras tuduhan Negeri Yahudi.
Sementara itu pada 2010, aparat keamanan Nigeria menemukan paket berisi roket, amunisi senapan serbu, dan sejnata-senjata lainnya yang diklaim berasal dari Iran. Seorang warga Nigeria danIran langsung dikenakan dakwaan kriminal usai senjata itu ditemukan.
Sejauh ini, Iran yakin bahwa Israel dan Barat melibatkan agen-agen intelijennya untuk melakukan sabotase terhadap reaktor nuklirnya dan mengisolasi Iran di komunitas internasional. Hal itu disebabkan karena Iran menolak menghentikan program nuklirnya.
Nigeria yang dihuni oleh jutaan warga Muslim dan Kristen juga selalu tidak luput dari ancaman militansi. Namun tak jarang, ancaman-ancaman militansi di Nigeria terus menerus dikaitkan dengan keterlibatan Iran.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.