DAMASKUS - Pemerintah Suriah dicurigai menggunakan senjata kimia dalam peperangannya melawan pasukan oposisi. Pihak mengaku memiliki bukti mengenai penggunaan senjata kimia tersebut.
"Ada beberapa bukti yang membuat kami yakin bahwa senjata kimia digunakan pada beberapa serangan sporadis," ujar seorang diplomat barat, seperti dikutip AFP, Jumat (12/4/2013).
Sebelumnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad mendapat peringatan dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa terkait isu senjata kimia di negaranya. Assad dinyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab bila pasukan-pasukannya menggunakan senjata tersebut.
Pekan lalu, setidaknya ada satu laporan bahwa senjata kimia digunakan dalam peperangan antara pasukan Pemerintah Suriah dengan pasukan oposisi. Baik pasukan pemerintah dan oposisi saling menyalahkan siapa di antara mereka yang senjata mematikan itu.
Diketahui, peperangan yang menggunakan senjata kimia itu terjadi di Kota Aleppo. Kota yang berbatasan dengan Turki tersebut, saat ini masih menjadi pusat pertempuran antara pasukan Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad dan pasukan oposisi.
Peperangan yang diduga menggunakan senjata kimia itu membuat Israel paranoid. Negara Yahudi itu memperingatkan, jika ada tanda sedikitpun dari penggunaan senjata kimia melawan Israel, akan dihadapkan pada reaksi keras.
Militer Suriah disebut-sebut memiliki cadangan senjata kimia yang cukup besar. Intelijen Israel mengakui bahwa senjata kimia itu ditambahkan pada hulu ledak rudal Scud-D yang digunakan oleh Pemerintah Suriah. Namun belum ada bukti keberadaan dari senjata-senjata kimia tersebut.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.