MOSKOW - Kelompok separatis Islam menyatakan mereka tidak berperang dengan Amerika Serikat (AS), musuh mereka hanya satu yakni, Rusia. Pernyataan ini menanggapi kecurigaan dua pelaku pengeboman di lomba lari maraton Boston memiliki kaitan dengan mereka.
Tamerlan Tsarnaev yang terbunuh dalam baku tembak dengan pihak kepolisian dan adiknya Dzhokhar Tsarnaev dipastikan sebagai pelaku dari pengeboman yang menewaskan tiga orang dan melukai 183 jiwa lainnya.
Tamerlan yang berusia 26 tahun tersebut diketahui sempat melakukan perjalanan ke Kaukasus Utara, Rusia. Informasi itu membuahkan kecurigaan bahwa Tamerlan sempat menjalani pelatihan dengan kelompok separatis di wilayah tersebut.
Pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok yang beroperasi di Dagestan, yang juga tempat kedua kakak-beradik itu menghabiskan masa kecilnya, menampik adanya dugaan kaitan keduanya dengan pihak separatis. Kelompok itu pun dipimpin oleh tersangka paling dicari di Rusia, Doku Umarov.
"Mujahidin Kaukasia tidak menyatakan aksi militer dengan Amerika Serikat. Kami hanya berjuang melawan Rusia yang bertanggungjawab atas pendudukan Kaukasus dan juga melakukan kejahatan terhadap warga Muslim," pernyataan pihak kelompok separatis tersebut, seperti dikutip Daily Mail, Senin (22/4/2013).
Sementara pihak AS sendiri masih terus mencari kaitan apakah Tamerlan melakukan kontak dengan Umarov. AS sendiri menempatkan Umarov ke dalam daftar teroris pada 2010 silam.
Pihak separatis juga mendorong AS untuk mencari kemungkinan adanya keterlibatan Rusia dalam pengeboman Boston. "Jika Pemerintah AS ingin mencari tahu otak sebenarnya dari pengeboman Boston, maka mereka harus fokus menyelidiki keterlibatan intelijen Rusia dalam pengeboman itu," lanjut pernyataan tersebut.
"Bahkan terhadap musuh kami, Pemerintah Rusia, perintah dari Emir (Doku Umarov) sangat jelas, untuk tidak menyerang warga sipil," jelas pernyataan itu.
Hingga saat ini belum dapat diketahui secara pasti apakah Tamerlan memang memiliki keterkaitan dengan pemberontak Chechnya. Keterangan baru bisa didapatkan dari Dzhokhar Tsarnaev yang masih dirawat akibat luka yang dideritanya.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.