HOMS - Seorang jurnalis perempuan yang tengah meliput pertempuran di Suriah dilaporkan tewas. Menurut keterangan seorang pejabat Kementerian Informasi Suriah, jurnalis perempuan itu tengah meliput pertempuran di dekat perbatasan Lebanon dengan Suriah.
Jurnalis yang tewas itu diketahui bernama Yaba Abbas, dirinya merupakan jurnalis dari stasiun televisi Al-Ikhbariyah yang dimiliki oleh Pemerintah Suriah. Abbas tewas setelah terjadi serangan di pangkalan udara militer di Dabaa, Provinsi Homs. Demikian diberitakan The Independent, Senin (27/5/2013).
Pangkalan udara Dabaa terletak tidak jauh dari Kota Qusair. Kota tersebut terus dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dengan pasukan oposisi. Pasukan loyalis Presiden Bashar Al-Assad yang dibantu oleh kelompok Hizbullah, melancarkan serangan ke Qusair untuk merebut Qusair.
Ratusan jiwa dikabarkan melayang selama peperangan di Qusair terjadi dalam sepekan terakhir. Sementara beberapa jurnalis yang meliput pertempuran di Suriah dilaporkan tewas sejak krisis ini pecah Maret 2011 lalu.
Perang saudara yang terjadi di Suriah yang memasuki tahun ketiga, diyakini sudah menewaskan lebih dari 70 ribu jiwa dan membuat lebih dari satu jiwa warga mengungsi. Pertempuran terfokus antara pasukan loyalis Assad dengan pasukan oposisi yang sebagian berasal dari kelompok Free Syrian Army (FSA).
Konflik ini terus dikhawatirkan dapat menyebar ke wilayah lain di Timur Tengah. Keterlibatan Hizbullah dan Israel serta dugaan Iran turut berperan dalam perang ini, membuat kondisi di Suriah semakin parah.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.