JAKARTA - Kekalahan Calon Gubernur Bibit Waluyo di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah ditengarai karena mesin partai tak bekerja secara maksimal. Bibit sempat melontarkan bahwa dia sudah bekerja siang malam namun dirinya tak bisa menekan partai pengusung yakni Partai Demokrat dan Golkar bergerilya sebagaimana PDI Perjuangan.
Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, enggan mengomentari pernyataan Bibit yang menyiratkan kekecewaannya terhadap partai pengusung itu. Menurut Nurhayati, partainya dan seluruh anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat telah bekerja optimal.
"Kami tidak bekomentar soal siapa pun bekerja atau tidaknya. Tapi Fraksi PD sudah bekerja dan saya turun langsung. Fraksi dari kepanjangan tangan DPP pasti turun dan sinergi," kata Nurhayati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 27 Mei.
Ketua Fraksi PD DPR itu mengatakan, kekalahan dalam pilgub merupakan hal yang biasa. Pihaknya, menerima atas kekalahan tersebut. "Dalam sebuah kompetisi, menang kalah itu biasa. Kita harus legowo kalau kalah. Demokrat pasti akan dukung siapa pun pemenanganya," jelas dia.
Kekalahan partai berlambang bintang mercy di Pilgub Jateng itu harus menjadi bahan evaluasi total. Akibat kekalahan ini pula, pihaknya telah mengganti tim yang semula disebut Tim 9 kini menjadi Tim 7.
"Tentunya, kita harus lakukan evaluasi. Fraksi akan lakukan evaluasi total tehadap kinerja anggotanya. Mulai dari awal hingga strategi ke depannya. Kita sekarang ganti Tim 7 bukan Tim 9, tapi itu menurut saya ya," pungkasnya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.