Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Fira Basuki: Jadi Penulis Bukan untuk Terkenal

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2013 |11:14 WIB
Fira Basuki: Jadi Penulis Bukan untuk Terkenal
Fira Basuki. (Foto: Rachmad Faisal/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kalian pecinta novel? Atau suka menulis tapi enggak tahu bagaimana menuangkannya? Biasanya, dengan banyaknya ide yang muncul di kepala malah membuat kita bingung ingin menulis apa.

Berbicara soal tulis-menulis, banyak sekali generasi muda yang mempunyai keinginan untuk menulis tapi tidak tahu apa yang ingin mereka tulis. Bahkan tak jarang, menulis hanya sekadar untuk terkenal. Namun semua itu tidak berlaku bagi penulis kondang, Fira Basuki. Dia menuturkan, untuk menulis harus menggunakan hati. Serta menulis bukan karena berniat untuk menjadi terkenal.

Wanita cantik kelahiran Surabaya 7 Juni 1972 ini mengkritik jika banyak orang yang ingin menulis namun hanya untuk bisa dikenal dan diselebritikan, bahkan untuk mereka yang tidak bisa menulis sekali pun.

"Jadi, kalau orang dari pertama awalnya dia untuk jadi penulis sudah salah kalau dia ingin terkenal. Jadi begitu dia berkarya, ada kemungkinan kalau karya pertama terkenal, dia enjoy saat itu. Tapi ketika enggak ada ide untuk karya kedua, dia stres sendiri," ujar Pemimpin Redaksi Majalah Cosmopolitan-Indonesia dalam acara Fira dan Hafez Book Launching, di Gedung Menara Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa 25 Juni.

Fira sendiri mulai dikenal publik sejak kemunculan novel-novel perdananya yang bertrilogi, seperti Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap di awal 2000. Hingga kini, ia sudah menerbitkan puluhan judul buku, sejumlah di antaranya termasuk sebagai karya-karya best sellers.

Dia bertutur, jika ingin menjadi penulis, harus datang dari hati serta dilakukan dengan penuh "gairah". Passion menjadi kunci utama dalam menulis, jika menulis tak menggunakan hati, baginya itu akan percuma.

Fira pun bercerita saat awal dia menulis. Kala itu, dirinya menulis bukan berkeinginan untuk menjadi seorang penulis yang dikenal banyak orang. Melainkan menulis karena merupakan bagian dari kehidupannya.

"Karena saya enggak memikirkan dari awal buku saya laris dan terkenal atau tidak, memang ini dari hidup saya dan memang saya suka menulis," ungkap istri dari almarhum Hafez Agung Baskoro itu.

Sekadar diketahui, buku Fira dan Hafez ini adalah karya terbarunya menyusul karya-karya: Biru, Rojak, Brownies, Cinta Dalam Sepotong Roti, kumpulan cerpen Alamak!, kumpulan cerpen Perempuan Hujan, dwilogi Astral Astria-Paris Pandora, Kapitan Pedang Panjang, serial Miss B, serial anak-anak Mandy & Mami, 140 Karakter, Cerita di Balik Noda, serta biografi Wimar Witoelar: "Hell, Yeah!". Fira dan Hafez ini adalah buku ke-28, sebuah memoar dirinya bersama almarhum suami, Hafez.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement