Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bayi Berkepala Dua Dirawat di RSUP Sarjito Yogyakarta

Prabowo , Jurnalis-Jum'at, 28 Juni 2013 |07:48 WIB
Bayi Berkepala Dua Dirawat di RSUP Sarjito Yogyakarta
Bayi berkepala 2 anak pasangan Usman dan Munjiah (Dok: Heri Susanto/Sindo TV)
A
A
A

YOGYAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sarjito Yogyakarta merawat bayi berjenis kelamin laki-laki yang memiliki dua kepala dalam satu tubuh.

Namun, pihak rumah sakit belum mau membeberkan seperti apa proses perawatan anak dari pasangan Usman dan Munjiah, warga Desa Purwosari, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu.

“Kami belum tahu mau mengambil langkah medis seprti apa karena pasien (bayi kepala dua) belum datang,” kata Humas RSUP Sarjito, Heru Nugroho, saat dikonfirmasi melalui telefon genggamnya.

Bayi yang baru diberi nama itu tiba Kamis malam kemarin.

Pihak rumah sakit mempersilakan kepada awak media untuk menemui orangtua bayi tersebut siang ini.

Seperti diketahui, bayi lahir dalam kondisi tidak normal di Kabupaten Cilacap. Meski memiliki dua kepala, namun kondisinya stabil.

Bayi itu lahir di Rumah Sakit Bersalin (RSB) Duta Mulya, Majenang, melalui operasi Caesar. Karena hanya memiliki satu jantung, dua kepala pada bayi itu menangis dan bernafas bersamaan.

Dokter RSB Duta Mulya, Tatang Mulyana, menjelaskan, bayi tersebut lahir tidak normal karena proses pembelahan selnya tidak sempurna. Dalam istilah medis kasus ini disebut acase of parapagus dicephalus conjoined twins diagnosed.

Tatang menyampaikan, kelahiran seperti itu sangat jarang terjadi di dunia, yakni 1 berbanding 200 ribu dalam kurun waktu 100 tahun.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement