Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Istanbul "Serang" Taksim Square

Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Istanbul
Demonstran padati Istanbul Taksim Square. (Foto: Reuters)
A
A
A

ISTANBUL - Ribuan pengunjuk rasa berbaris ke Istanbul Taksim Square pada Sabtu waktu setempat. Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang pemerintah dan polisi setelah pasukan keamanan membunuh seorang demonstran Kurdi di Turki tenggara.

Protes tersebut sebagai bagian dari demonstrasi anti-pemerintah yang lebih besar yang telah melanda negara itu sejak akhir Mei.

"Polisi Pembunuh, keluar dari Kurdistan!" teriak beberapa pengunjuk rasa. "Ini hanya awal, perjuangan berlanjut. Negara pembunuh akan membayar!," teriak mereka, seperti dilansir Reuters, Minggu (30/6/2013).

Diketahui, pasukan Turki membunuh serta melukai 10 orang lain ketika mereka menembaki kelompok yang memprotes pembangunan sebuah pos gendarmerie di wilayah yang didominasi Kurdi.

Dua pengunjuk rasa berbaring di tanah Taksim Square saat mereka menggelar protes diam di Istanbul 29 Juni. Insiden yang terjadi di provinsi Diyarbakir, tampaknya yang paling keras di wilayah tersebut sejak deklarasi gencatan senjata pada Maret oleh kepala pemberontak Kurdi Abdullah Ocalan.

Sekira 10 ribu demonstran turun ke Taksim, serta telah menjadi pusat demonstrasi anti-pemerintah, tetapi dicegah oleh polisi anti huru hara untuk memasuki alun-alun. Banyak orang duduk di jalan menuju alun-alun setelah ditolak masuk.

"Hidup persaudaraan rakyat!" teriak orang-orang Turki dan Kurdi.

Sebagian besar pengunjuk rasa bubar beberapa jam setelah protes tersebut digelar. Polisi antihuru hara mendorong mereka jauh dari alun-alun dengan perisai.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement