Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa Thailand Minati Studi Islam Nusantara Indonesia

Mahasiswa Thailand Minati Studi Islam Nusantara Indonesia
Ilustrasi. (Foto: okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) meluncurkan Pascasarjana Program Magister Studi Islam Nusantara. Dalam pembukaan awalnya, pendaftarnya ternyata diminati mahasiswa dari negara-negara tetangga.

Jurusan yang diklaim baru pertama kali ada di Indonesia ini diharapkan dapat memperkaya kasanah pemikiran untuk kehidupan bermasyarakat, khususnya untuk perkuatan toleransi beragama.

"Perkuliahan di Pascasarjana STAINU akan dimulai September 2013 nanti, dan ditargetkan wisuda pertama dapat dilaksanakan dua tahun kemudian," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, dalam siaran persnya kepada Okezone, Kamis (4/7/2013).

Hingga saat ini sudah terdaftar 86 calon mahasiswa, termasuk di antaranya 15 orang dari Thailand dan sejumlah negara sahabat dan tetangga Indonesia. Studi Islam Nusantara ini diharapkan bisa memberikan jawaban atas berbagai masalah di kehidupan beragama masyarakat yang tak jarang diwarnai kasus-kasus intoleransi.

"Islam Nusantara adalah Islam yang sudah paripurna,  karena terbentuk dari dialog antarbudaya di berbagai peradaban. Syiah sudah lama masuk di Nusantara ini, demikian juga Suni, dan di sini akan diajarkan semuanya," ungkap Kiai Said.
 
Melalui studi Islam Nusantara, lulusan Pascasarjana STAINU Jakarta diharapkan bisa memenuhi dua kualifikasi, yaitu akademis dan sekaligus memiliki relevansi sosiologis.
 
"Langkah (pembelajaran Islam Nusantara) ini menjadi penting, di saat negeri ini masih dilanda berbagai krisis, baik krisis budaya termasuk krisis moral. Prinsip akhlakul karimah dalam semua aspek kehidupan perlu ditegakkan kembali agar bentuk dan dasar negara yang ideal ini menjadi semakin ideal," tegas Kiai Said.
 
Direktur Pascasarjana Program Magister STAINU Jakarta HM. Ishom Yusqi, mengatakan dalam studi Islam Nusantara akan diajarkan berbagai faksi dan aliran Islam yang ada di Indonesia, termasuk Syiah dan Suni yang dalam perkembangannya muncul berbagai pertentangan.
 
"Sesuai dengan yang disampaikan Kiai Said tadi, di sini akan diajarkan mulai dari sejarah hingga perkembangannya. Lulusan Pascasarjana STAINU Jakarta diharapkan menjadi figur yang memenuhi kualifikasi untuk memperkuat toleransi kehidupan beragama," kata Ishom.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement