BEIJING - Bencana longsor melanda wilayah Dingxi, China. Hingga saat ini, korban tewas akibat longsor itu dilaporkan mencapai 21 jiwa.
Kota Dingxi sebelumnya diguncang gempa parah pada Senin 22 Juli lalu. Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR) dan 5,6 SR itu menyebabkan 95 orang tewas.
Kini bencana lain melanda kota tersebut. Longsor yang dipicu oleh hujan deras melanda wilayah selatan Dingxi. Pemerintah setempat mengkonfirmasi jumlah korban tewas akibat longsor dan dikhawatirkan akan terus bertambah. Demikian diberitakan Xinhua, Sabtu (27/7/2013).
Selain Dingxi, sembilan desa lainnya di wilayah Tianshui juga tidak bisa disentuh oleh regu penyelamat. Jalur komunikasi ke desa itu dilaporkan terputus, setelah badai memutus aliran listrik, komunikasi dan memblokir jalanan setempat.
Badai dan longsor juga menyebabkan satu desa, Rongguang, dipenuhi dengan puing-puing. Akibatnya, lebih dari setengah isi dari desa itu terkubur oleh puing yang bercampur lumpur. Warga desa pun masih banyak yang terjebak longsor mematikan ini.
Sebagian besar dari wilayah yang terkena imbas longsor ini berada di wilayah yang tidak jauh dari Sungai Kuning. Badai yang disertai hujan deras, membuat deretan tanah dari Gurun Gobi longsor dan menimpa perumahan warga. Diperkirakan, akibat gempa Senin lalu, membuat kontur tanah di sekitar wilayah itu tidak stabil.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.