MADRID - Pemerintah Spanyol merevisi jumlah korban kereta maut. Menurut pemerintah setempat jumlah korban terakhir adalah 80 jiwa, tetapi kemudian jumlah tersebut direvisi menjadi 78 jiwa.
Departemen Ilmiah Kepolisian Spanyol mengidentifikasi korban kereta yang tergelincir di Kota Santiagio de Compostela mengatakan enam dari 78 korban tewas hingga saat ini tidak bisa teridentifikasi. Sementara 83 orang menderita luka dan 32 orang dalam kondisi kritis.
Sementara proses penyelidikan atas masinis kereta nahas itu masih terus berlanjut. Masinis Fransisco Jose G.A dituduh melakukan hendak bunuh diri usai kecelakaan terjadi. Demikian diberitakan Reuters, Sabtu (27/7/2013).
Kereta nahas itu keluar dari relnya ketika berbelok dengan kecepatan 190 km per jam. Pada kondisi normal hanya dibawah 80 km per jam. Laporan ini didasarkan atas perbincangan pusat kendali kereta dengan masinis yang terekam dalam kotak hitam kereta.
Penyelidik mengatakan, penyebab lain dari kecelakaan ini diperkirakan karena Fransico terlambat untuk menarik rem. Seharusnya Fransico yang bergelar Mekanik Berperngalam (GA) tahu betul bagaimana mengendalikan kereta dalam kondisi kritis.
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoymengujungi tempat kejadian kecelakaan. Rajoy mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari di Spanyol dan khusus wilayah Galicia, hari berkabung berlangsung selama tujuh hari.
Peristiwa kereta api maut adalah bencana terbesar setelah serangan teroris di Stasiun Atocha, Madrid yang menyebabkan 191 korban. Ini adalah kecelakaan kereta terburuk di Spanyol semenjak 1972, yang memakan korban 82 korban jiwa.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.