Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

1.000 Orang Terluka Saat Demonstrasi Dukung Morsi

1.000 Orang Terluka Saat Demonstrasi Dukung Morsi
100 orang tewas saat demonstrasi di Mesir. (Foto: AP)
A
A
A

KAIRO - Setidaknya 100 pendukung mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi tewas setelah terjadi kekerasan mematikan pada malam hari di Kairo. Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa juga terluka.

Mereka terluka saat baku hantam dengan pasukan keamanan di bagian timur ibu kota Mesir. Demikian dilaporkan Metro, Minggu (28/7/2013).

Ketegangan pun berkobar di dekat masjid Rabaah al-Adawiyah, yang menjadi salah satu serangan paling mematikan setelah adanya pemberontakan pada musim semi Arab di 2011.

Kerusuhan ini mengikuti unjuk rasa pro-militer besar-besaran yang mendukung Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin. Jutaan orang turun ke jalan menjawab panggilan dari kepala tentara, yang mengatakan ia mendapat mandat untuk menghentikan 'potensi terorisme' oleh pendukung Morsi.

"Tentara berada di sini untuk melindungi rakyat. Mereka tidak berbohong," kata Ezzat Fahmi, 38 tahun, di tengah keramaian.

Ia mengatakan demonstrasi ini dengan maksud seluruh dunia dapat melihat bahwa rakyat Mesir tidak menginginkan Ikhwanul Muslimin lagi.

Sebelumnya, Mesir kembali dilanda protes. Aksi demonstrasi kali ini masih dilakukan oleh dua kubu yang bertentangan yakni, pendukung dan penentang mantan Presiden Mohammad Morsi.

Puluhan ribu massa muncul di Kairo dan beberapa kota lainnya di Mesir. Protes itu merupakan respons dari pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal Abdel-Fattah el-Sissi yang sebelumnya menyebutkan, segala bentuk protes akan memberikan mandat baginya melawan teroris.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement