Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aktivitas Penerbangan di Adi Sutjipto Sempat Ditutup 30 Menit

Priyo Setyawan , Jurnalis-Jum'at, 23 Agustus 2013 |17:10 WIB
Aktivitas Penerbangan di Adi Sutjipto Sempat Ditutup 30 Menit
Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta (Foto: Mandalaair.com)
A
A
A

YOGYAKARTA- Aktivitas penerbangan di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta pagi tadi sempat ditutup selama 30 menit. Penutupan ini akibat rusaknya roda pendaratan pesawat latih.

Pesawat tersebut yakni latih jenis Charlie LD 3416 yang digunakan siswa Serkbang. Roda pendaratan atau  landing gear yang berfungsi untuk menopang pesawat saat parkir, bergerak di darat, lepas landas, dan landing (mendarat) mengalami kerusakan.

Alhasil, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta sempat ditutup sebentar dari aktivitas penerbangan komersial.

Kepala penerangan dan perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Mayor Sus Hamdi Londong Allu mengatakan, masalah tersebut diketahui saat siswa Sekbang yang sedang melakukan latihan pada pukul 09.30 WIB, memberitahu sistem pendaratan di pesawat yang mereka gunakan tidak berfungsi.

“Menerima pemberitahuan ini, kami langsung melakukan persiapan evakuasi di antaranya dengan mengamankan lokasi pendaratan. Untuk kepentingan tersebut, aktivitas penerbangan di bandara internasional Adi Sutjipto dihentikan sementara,” kata Londong, Jumat (23/8/2013).

Selain untuk keamanan dan keselamatan penerbangan, penutupan juga untuk mempersiapkan kelengkapan dalam evakuasi pendaratan pesawat sesuai dengan prosedur yang ada.

Peralatan untuk keamanan, termasuk mobil pemadam kebakaran, disediakan di pinggir landasan, hingga akhirnya pesawat dapat mendarat dengan lancar.

“Karena dalam pendaratan dapat dengan lancar, pada pukul 10.00 WIB bandara dibuka kembali dan untuk aktivitas penerbangan kembali normal. Namun begitu, ada berapa jumlah pesawat komersial yang terganggu penerbangannya saat penutupan selama 30 menit itu, saya tidak mengetahui,” paparnya.

Tim teknis Lanud Adisutjipto kemudian langsung mengecek pesawat latih tersebut. Dari hasil pengecekan diketahuan landing gear pesawat tidak dapat di unlock. Setelah mengetahui permasalahannya, tim mekanik kemudian melakukan perbaikan. Selama proses perbaikan pesawat itu untuk sementara tidak digunakan.

“Kami juga akan melakukan pengecekan, kondisi pesawat latih lainnya,” terang Danlanud Adi Sutjipto Marsekal Pertama (Marsma) TNI Agus Munandar.

menambahkan TNI AU sebenarnya sudah akan menganti pesawat latih jenis Charlie tersebut dengan pesawat latih baru, yaitu pesawat Grob. “Selain menunggu kelengkapan, untuk penggunaan pesawat latih baru itu juga menunggu penyerahan resmi dari Kementerian Pertahanan ke TNI AU,” tambahnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement