Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Silsilah Sultan HB VI hingga Kiai Ageng Prawiropurbo

Prabowo , Jurnalis-Sabtu, 21 September 2013 |10:58 WIB
Ini Silsilah Sultan HB VI hingga Kiai Ageng Prawiropurbo
Makam Kiai Ageng Prawiropurbo (Foto: Prabowo/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Kiai Ageng Prawiropurbo merupakan cucu Sultan Hamengku Buwono VI dari garis keturunan ayahnya, Gusti Pengeran Haryo Suryometaram I. Semasa hidup (1869-1933), dia bernama Raden Bekel Prawiropurbo yang akrab disapa Ndoro Purbo.

Ndoro Purbo merupakan anak ke empat dari sembilan bersaudara. Ibunya bernama Raden Ayu Suryometaram yang merupakan istri ke dua dari tiga istri ayahnya.

Kakanya pertamanya bernama Raden Tumenggung Purbokusuman, kedua bernama Kanjeng Raden Tumenggung Purboningrat, dan ketiga bernama Raden Adipati Haryodiningrat.

Sementara anak nomor lima bernama Raden Ayu Purbodiningrat, anak ke enam bernama Raden Bekel Hatmodirjo, anak ke tujuh bernama Rajen Ajeng Isdiyah, anak ke delapan bernama Raden Lurah Hatmosutejo, dan terakhir bernamaa Raden Ayu Kartokusumo.

"Untuk silsilah Ndoro Purbo tidak ada, tetapi dia memiliki seorang anak dari pernikahannya," kata juru kunci makam Ndoro Purbo, Abu Giran (73), saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (20/9/2013).

Abu mengaku tidak mengetahui nama istri Ndoro Purbo. Begitu juga anaknya, tidak diketahui lelaki atau perempuan. Namun, menurut cerita dia, anaknya semasa hidup tinggal di wilayah Bantul.

"Ceritanya Ndoro Purbo ini punya seorang anak, tinggal di Bantul, tetapi untuk detilnya saya tidak tahu," katanya.

Senada juga disampaikan Nurdiyanto (66) yang sehari-hari membatu menjaga makam. Bapak tiga anak itu mendengar cerita bahwa Romo Purbo (begitu dia menyebut Ndoro Purbo) merupakan sosok yang dikdaya (sakti).

Nurdiyanto masih memiliki garis keturunan dengan ayah Ndoro Purbo. Sebab, ibunya juga merupakan cucu HB VI, sama seperti Ndoro Purbo, namun beda ayah.

"Saya tidak pernah bertemu Romo Purbo, karena jauh sebelum lahir, romo sudah meninggal," jelas pria yang tinggal di Tamanan, Patehan, Keraton itu.

Nurdiyanto menyampaikan, semasa hidup Romo Purbo memiliki banyak ilmu kadikdayan. Banyak orang dan kerabat Keraton Yogyakarta segan kepadanya. Salah satunya karena Romo Purbo bisa memprediksi yang akan terjadi di kemudian hari.

"Banyak yang takut, ibu saya juga takut meski masih saudara. Romo itu bisa melihat yang akan terjadi," katanya.

Satu cerita mengenai kesaktiannya saat Sultan HB VIII akan memiliki hajatan. Kursi yang sudah disediakan oleh Abdi Dalem bisa berjalan sendiri saat Romo Purbo metheti (memainkan jari seperti orang sedang mengajak burung untuk berkicau).

"Romo Purbo datang sambil petheti, kursi yang sudah disediakan jalan sendiri, Abdi Dalem pada takut semua, kemudian mengadu Ngarso Dalem (HB VIII) kala itu," katanya.

Selanjutnya, Sultan HB VIII datang sambil menyindir Romo Purbo. Pasalnya, kesaktian seperti itu tidak pantas diperlihatkan kepada orang lain, apalagi banyak orang yang sedang berkumpul.

"Ooo, lha Purbo ki wis gendeng (ooo, Purbo itu sudah gila)," kata HB VIII.  Maksud gila, bukan berarti hilang kewarasannya, melainkan karena kesaktiannya diperlihatkan pada banyak orang.

Nurdiyanto menyampaikan Romo Purbo meninggal karena sudah usia tua. Dia dimakamkan di pesarean (makam) yang terletak di sebelah timur Taman Makam Pahlawan, itu karena saudaranya juga dimakamkan di tempat tersebut. 

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement