Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ranu Tompe, Danau 'Perawan' yang Tertutup untuk Umum

Hari Istiawan , Jurnalis-Kamis, 14 November 2013 |11:58 WIB
Ranu Tompe, Danau 'Perawan' yang Tertutup untuk Umum
Ilustrasi
A
A
A

MALANG - Danau Ranu Tompe yang menjadi tujuan ekspedisi tim Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah ditemukan beberapa waktu lalu. Sayang, danau yang belum pernah dijamah itu tidak bisa dinikmati wisatawan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Ayu Dewi Utari, beralasan Danau Ranu Tompe berada di kawasan inti taman nasional. Aneka flora dan fauna di sana juga sangat dilindungi sehingga hanya diizinkan untuk keperluan ilmu pengetahuan.

"Ada sekira 50 jenis flora dan fauna yang ditemukan di sana," kata Ayu, Kamis (14/11/2013).

Koordinator ekspedisi Ranu Tompe, Toni Artaka, menambahkan, di kawasan danau seluas 0,7 hektare itu ditemukan jenis pohon pinang yang hanya ada di Bali. "Ada juga jenis capung jaru yang belum diketahui namanya. Kami sudah kirim foto capung ke ahli capung di Belanda untuk mengetahui jenisnya," timpal Toni.

Tak hanya itu, dalam ekspedisi yang berlangsung selama sepekan, tim juga menemukan jejak cakar yang sebelumnya diperkirakan milik harimau Jawa. Namun setelah ditelaah lebih lanjut, cakar tersebut berasal dari macan kumbang atau panthera pardus melas.

"Jejak cakar di batang pohon panjang 13,5 sentimeter dan diameter seluas 13 sentimeter, sedangkan cakaran harimau jawa memiliki diameter lebih besar dari 13 sentimeter," ujarnya.

Sebelum ada ekspedisi, danau yang berada di sebelah Gunung Tompe itu hanya diketahui melalui foto satelit. Danau ini merupakan danau tadah hujan. Selain Ranu Tompe, ada beberapa danau di kawasan TNBTS yakni Ranu Pane, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan dan Ranu Kuning.

Ekspedisi ke lokasi Danau Ranu Tompe dilakukan tim BB TNBTS bersama sejumlah organisasi yang fokus terhadap konservasi alam dan satwa seperti mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Raptor Indonesia Malang (RAIN), serta koordinator lapangan JICA-RECA (Japan International Cooperation Agency-Restoration of Ecosystems in Conservation Areas).

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement