YOGYAKARTA - Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengaku sedih atas meninggalnya sang adik, GBPH Joyokusumo. Di mata Sultan, Gusti Joyo -sapaan GBPH Joyokusumo- merupakan sosok pejuang keistimewaan yang gigih.
"Keraton kehilangan penganggeng, beliau pejuang keistimewaan," kata Sultan di Ndalem Joyokusuman, Jalan Rotowijayan, Kraton, Yogyakarta, Rabu (1/1/2014).
Senada disampaikan KRT Jatingrat atau yang akrab disapa Romo Tirun Marwito. Dia menyampaikan, almarhum berperan aktif dalam rumusan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta.
"Beliau sebagai konsultan Keraton dalam pembahasan UUK. Konsultasinya Pemerintah Pusat dan DPR dengan beliau sehingga sangat masuk akal kalau Keraton kehilangan," kata Romo Tirun.
Dalam banyak kesempatan mengenai pembahasan UUK, kata dia, Gusti Joyo selalu memberikan pemaparan yang detail mengenai adat serta budaya yang ada di Keraton Yogyakarta. Gusti Joyo dinilai memiliki andil yang cukup besar hingga terselesainya RUUK menjadi UUK.
"Beliau memiliki peran yang besar," paparnya.
Begitu juga dalam forum yang mengupas Keistimewaan Yogyakarta. Meski dalam kondisi tidak sehat, Gusti Joyo sebisa mungkin menghadiri berbagai acara tentang Keistimewaan Yogyakarta.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.