Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Kapolri, JAT Geruduk Mabes Polri

Arief Setyadi , Jurnalis-Jum'at, 03 Januari 2014 |18:34 WIB
Protes Kapolri, JAT Geruduk Mabes Polri
Abu Bakar Baasyir (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) merasa keberatan dengan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang menyebut buku Tadzkiroh karangan Abu Bakar Baasyir telah membawa ajaran sesat.

Beberapa perwakilan JAT pun mendatangi Mabes Polri, Jumat (3/1/2014) guna menemui Sutarman untuk menegaskan bila yang dikatakannya itu fitnah.

Nanang Ainur Rofiq, salah seorang anggota JAT mengatakan pernyataan Sutarman merupakan upaya propaganda hitam terhadap dakwah yang dilakukan Baasyir dan JAT dengan tujuan untuk membuat masyarakat apriori terhadap dakwah Baasyir dan JAT.

"Kami ke sini sehubungan dengan pernyataan fitnah yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Sutarman, Kamis 2 Januari 2014 yang menuduh bahwa buku Tadzkiroh karya ustadz Abu Bakar Baasyir merupakan salah satu penyebab maraknya aksi perampokan untuk mendanai aksi terorisme di Indonesia," kata Nanang di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (3/1/2014),

Menurut dia, isi buku dan pernyataan mantan Kabareskrim itu sangat berbanding terbalik. Pasalnya, buku tersebut justru berisi nasehat dan peringatan kepada penguasa agar menjalankan pemerintahan dengan syariat Islam.

"Buku Tadzkiroh itu merupakan nasehat dan peringatan kepada penguasa untuk menjalankan pemerintahan ini dengan syariat Islam dan telah didistribusikan sejak Februari 2012 kepada seluruh aparatur negara," tandasnya.

Bersama anggota JAT lainnya, Nanang membeberkan pernyataan fitnah yang dilakukan pejabat negara. Di antaranya, pada  Juni 2011, pernyataan Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar tentang tersangka pelaku penembakan polisi di BCA Palu terkait JAT, Maret 2012, Kepala BNPT Ansyaad Mbai menyatakan bahwa JAT terkait dengan lima orang terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di Bali, Oktober 2012 silam.

Polri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) kala itu menilai adanya dugaan JAT terlibat di balik tewasnya kedua polisi, dan Desember 2012, pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Suhardi Alius yang menyebutkan bahwa Densus 88 menangkap dua anggota JAT yang diduga terlibat pembunuhan dua polisi di Dusun Tamanjeka pada 16 Oktober 2012 dan penembakan anggota Brimob pada 20 Desember 2012.

Kemudian kata Nanang, pada Desember 2013,  Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengeluarkan pernyataan yang membuat pernyataan di sebuah media online nasional dengan judul Jejak Teroris di Indonesia: Dari NII, Bermuara di Abu Bakar Baasyir, dan terakhir pada Januari 2014, pernyataan fitnah dari Kapolri Jenderal Pol Sutarman yang menyebut  buku Tadzkiroh karya Abu Bakar Baasyir adalah salah satu penyebab maraknya aksi perampokan untuk mendanai aksi terorisme di Indonesia.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement