BANDA ACEH - Pusat Studi Wanita Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh melatih 30 aktivis perempuan untuk menjadi peneliti. Mereka diberi pemahaman tentang metode riset untuk mengetahui partisipasi perempuan atau Metode Feminist Participatory Action Research (FPAR).
Ketua Pusat Studi Wanita UIN Ar Raniry, Rasyidah, M.Ag mengatakan, pelatihan ini agar peserta dapat meneliti dengan berbasis gender.
"Bagaimana melalui training ini, kerja-kerja aktivis di masyarakat dapat bersinergi dengan kualifikasi akademik, sehingga dapat berkontribusi lebih luas," ujar Rasyidah, dalam siaran persnya kepada Okezone, Selasa (21/1/2014).
Pelatihan berlangsung sejak hari ini hingga 23 Januari nanti di Aula Biro Rektorat UIN Ar Raniry. Peserta terdiri dari aktivis Balai Syura Ureung Inoeng Aceh (BSUI), Koalisi Perempuan Indonesia, Flower Aceh, LBH Apik, Pulih Aceh, PSW UIN Ar-Raniry dan LSM lainnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Ar Raniry, Drs. Sofyan Ibrahim, MA meminta Pusat Studi Wanita untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membangun. "Kita sangat membutuhkan peneliti-peneliti perempuan yang kaya pengetahuan," sebutnya.
Menurut Sofyan, perempuan harus menunjukkan perannya di berbagai tempat. Perempuan harus memegang peran di lembaga-lembaga penting.
"Bukan hanya untuk memenuhi kouta, tapi harus dipercaya karena memiliki kemampuan dan kapasitas," kata Sofyan.
Ketua Panitia Pelatihan, Khairani mengatakan kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama BSUIA, UN Women dan Pusat Studi Wanita UIN Ar Raniry. Panitia mengadirkan dua pemateri, yaitu Eka Sri Mulyani, Ph.D dan Rasyidah, M.Ag.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.