Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Baita Sena ITS Siap Pamer Kekuatan di Prancis

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Rabu, 22 Januari 2014 |09:03 WIB
Baita Sena ITS Siap Pamer Kekuatan di Prancis
Kapal Baita Sena buatan Tim Maritime Challenge ITS akan berlaga dalam Atlantic Challenge International di Prancis, Juli mendatang. (Foto: dok. ITS)
A
A
A

JAKARTA - Tahun ini, Tim Maritime Challenge (MC) ITS Surabaya kembali berpartisipasi dalam Atlantic Challenge International. Untuk berlaga dalam kompetisi yang akan berlangsung pada 19-24 Juli mendatang di Vannes, Prancis, mereka mengirimkan kapal Merdeka generasi empat yang diberi nama Baita Sena.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, peluncuran kapal kayu ini dilaksanakan di atas Kapal Republik Indonesia (KRI) Makassar 950. Dalam kesempatan tersebut hadir Pemerintah Kota Surabaya, Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Pembantu Rektor (PR) I ITS Herman Sasongko, hingga sejumlah instansi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Surabaya.

Sebagian besar Baita Sena berbahan dasar kayu di antaranya, kayu jati, nyamplong, kamper, dan meranti. Uniknya, kapal ini juga dilapisi dengan bambu. "Kami menggunakan teknik laminasi bambu," ujar Pembina Tim Maritime Challenge Daniel M Rosyid, seperti disitat dari ITS Online, Rabu (22/1/2014).

Pemilihan bambu sebagai bahan laminasi bukan tanpa alasan. Menurut Daniel, bambu mempunyai kekuatan yang cukup tinggi, bahkan dapat menyaingi baja.

"Kapal ini lebih ringan karena menggunakan tempat duduk dari laminasi bambu, dayung juga terbuat dari bambu, sehingga tarikan kapal terasa lebih ringan. Doakan saja dapat meraih Spirit of Atlantic Challenge seperti 2012," katanya.

Tanpa ingin menghilangkan kesan etnik budaya bangsa, kapal ini dilengkapi dengan ukiran bernuansa kerajaan Nusantara. Namanya pun akrab didengar telinga orang Indonesia yaitu Baita Sena.

"Dengan nama itu, kami berharap para anggota Maritime Challenge menjadi tangguh dan perkasa," tutur Guru Besar Teknik Kelautan ITS itu.

Proses produksi kapal dengan panjang  11,76 meter, lebar 2,1 meter, dan tinggi 0,7 meter memakan biaya Rp250 juta. Dalam pembuatannya, seluruh bagian dikerjakan oleh mahasiswa dan mahasiswi UKM Maritime Challenge dari ITS dan PPNS.

Salah seorang anggota Maritim Challenge Salman Utsman B menyebut, selain mengerjakan kapal, secara khusus mereka juga latihan fisik untuk mempersiapkan lomba ini.

"Latihan fisik tersebut berupa latihan dayung hingga lari," papar Salman.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement