Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Greenpeace Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan PLTU

Nina Suartika , Jurnalis-Selasa, 11 Februari 2014 |19:29 WIB
Greenpeace Desak Pemerintah Hentikan Pembangunan PLTU
Ilustrasi. Aksi Greenpeace
A
A
A

JAKARTA - Organisasi lingkungan, Greenpeace Indonesia mendesak pemerintah Indonesia dan Jepang menghentikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah.
 
Proyek senilai USD4 miliar ini dinilai dapat membahayakan mata pencaharian 100 ribu nelayan dan petani setempat. 
 
"Dokumen ini mengungkapkan banyak fakta-fakta merugikan negara dan masyarakat yang berhubungan dengan rencana pembangunan PLTU Batang ini. Pemerintah Indonesia harus menghabiskan dana senilai USD4 miliar untuk membangun PLTU bertenaga 2 juta kilowatt dibanding mengeluarkannya untuk energi yang  lebih bersih, lebih berkelanjutan, yaitu solusi energi terbarukan, " kata Arif Fiyanto, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Selasa (11/2/2014).
 
Beberapa fakta dari rencana pembangunan PLTU Batang yaitu proyek ini melanggar beberapa hukum di Indonesia, Bank Dunia membantu membiayai PLTU raksasa di Batang ini meskipun kebijakan baru Bank Dunia telah merekomendasikan untuk berhenti mendukung proyek-proyek batubara di seluruh dunia.
 
Selain itu, PLTU Batang akan melepaskan 226 kilogram merkuri setiap tahun ke wilayah Ujungnegoro - Roban yang merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah. Sebuah debit tahunan 226 kg merkuri bisa menjadi bencana bagi perikanan lokal, mengingat bahwa 0,907 gram merkuri dalam danau dapat membuat ikan di area seluas 100 m2 tak layak dimakan.
 
Arif mengatakan, untuk menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia , pemerintah seharusnya tidak membahayakan ratusan ribu mata pencaharian dan kesehatan warga lokal, kestabilan iklim bumi. Karena solusi energi untuk Indonesia adalah energi terbarukan yang aman dan bersih.
 
Arif mengungkapkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa Indonesia bisa memimpin dunia dalam hal panas bumi , dengan 40% dari kapasitas cadangan. Geothermal panas bumi dunia melebihi 29.000 MW tetapi hanya 1.2MW yang telah dikembangkan sejauh ini.
 
"Kami juga memperkirakan kapasitas hidro melebihi 75.000 MW, belum lagi potensi angin melimpah di negeri ini dengan ribuan mil dari garis pantai ribuan gugusan pulau, dan angin yang konstan. Apa yang dibutuhkan adalah kemauan pemerintah Indonesia untuk menghentikan kecanduan bahan bakar fosil dan beralih kepada pemanfaatan energi terbarukan, untuk memastikan masa depan yang bersih dan aman bagi masyarakat Indonesia dan dunia, " tutup Arif.

(Muhammad Saifullah )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement