Sebelum Ditembak, Caleg PNA Sempat Terima Telefon Gelap

Salman Mardira, Okezone · Selasa 04 Maret 2014 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 04 340 949512

BANDA ACEH- Partai Nasional Aceh (PNA) menduga penembakan yang menewaskan kadernya Faisal (40) dilakukan dengan terencana dan sistematis.

Korban sempat menerima telepon gelap sebelum diberondong tembakan di Gampong Ladang Tuha, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan.

"Menurut cerita keluarga, hari Minggu kemarin (2 Maret), korban kedatangan tamu yang tidak dikenal oleh pihak keluarga. Dan sesaat sebelum kejadian, korban menerima telepon gelap yang meminta almarhum untuk segera kembali ke Sawang," kata Ketua Umum PNA Irwansyah dalam siaran persnya kepada Okezone, Selasa (4/3/2014).

Menurutnya Faisal diberondong dengan senjata api jenis M16 sebanyak 46 kali tembakan, 42 diantaranya mengenai pintu bagian kanan tempat korban mengemudi mobilnya saat melintas di Kawasan Gunung Seumancang, Ladang Tuha. Caleg DPRK daerah pemilihan dua Aceh Selatan meliputi Kecamatan Sawang dan Meukek itu meninggal seketika.

Irwansyah mengatakan, Faisal merupakan caleg PNA dari kalangan wiraswasta, bukan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ia sosok pendiam dan sopan, sehingga diperkirakan tak memiliki musuh.

"Almarhum dikenal sangat dekat dengan masyarakat dan mempunyai basis dan dukungan yang kuat di Kecamatan Sawang. Tindakan pembunuhan almarhum merupakan bukti kepanikan yang melanda kelompok yang memusuhi PNA," ujar mantan Juru Bicara GAM wilayah Aceh Besar itu.

 

Irwansyah menilai penembakan Faisal dan pembunuhan terhadap kader PNA sebelumnya adalah kejahatan yang luar biasa, tidak bisa diselesaikan dengan prosedur normal biasa.  "Ini adalah teror yang merongrong negara dan kenyamanan masyarakat. Kami meminta agar Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dan Kapolri untuk turun tangan menangani kekerasan demi kekerasan yang terjadi kalau ingin perdamaian di Aceh tetap terjaga," katanya.

Pengurus dan kader PNA, diingatkan untuk tetap mengedepankan hukum dalam segala tindakan, namun jangan lengah dalam membela diri dan masyarakat. "Kader dan pengurus PNA harus membantu tugas-tugas polisi dalam menangkap pelaku kekerasan di Aceh," pungkas Irwansyah.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini