JAKARTA - Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menjadi juara Siriaj International Michrobiology, Parasitology, and Immunology Competition (SIMPIC) 2014. Kemenangan itu diperoleh setelah berhasil menyisihkan dua tim tuan rumah asal Thailand.
Kompetisi yang berlangsung di Bangkok, Thailand itu diikuti oleh 33 delegasi FK dari Thailand, Vietnam, Taiwan, Jepang, Australia, Bangladesh, dan China. Pada kesempatan itu, tim UGM diwakili oleh Nurkholis Bramantyo, Eric, Stevanie, dan Lilie Fransiska.
Stevanie menyebut, pencapaian tersebut merupakan kemenangan pertama UGM di ajang tahunan itu. "Ini untuk pertama kalinya tim dari FK UGM memenangkan kompetisi tahunan ini," kata Stevanie, seperti dinukil dari laman UGM, Rabu (19/3/2014).
Pada babak final, tim UGM harus menguji kemampuan penguasaan materi di bidang mikrobiologi, parasitologi, dan imunologi mereka dengan dua tim tuan rumah, Chiang Mai University dan Khon Kaen University. Namun, sebelum masuk dalam babak final, Stevanie dan kawan-kawan harus melalui babak penyisihan dan semifinal.
Di babak penyisihan mereka diuji tentang materi di tiga bidang ilmu yang sudah mereka dapatkan di bangku kuliah prodi pendidikan dokter. "Untunglah kami mempelajari setiap persoalan mendasar dari setiap penyakit," ungkap mahasiswi asal Medan itu.
Namun di babak final, kata Eric, materi yang diuji justru lebih banyak pada kasus penyakit imunologi. Mereka secara bergantian diharuskan menerangkan secara detail faktor penyebabnya, risiko, hingga tindakan medis yang harus diambil.
"Kami bisa menjawab semua pertanyaan dan mendapat nilai 10. Sedangkan dua tim lainnya mendapat nilai di bawah lima. FK UGM pun dinyatakan menang," ujar Eric sumringah.
Sementara itu, mentor keempat mahasiswa itu, yakni Tri Wibawa mengaku, telah mempersiapkan tim tersebut sejak akhir tahun lalu. Persiapan pun semakin intensif jelang satu minggu keberangkatan. Dia menyebut, keberhasilan mahasiswa FK UGM dalam kompetisi internasional ini menandakan proses pembelajaran di FK UGM tidak kalah saing dengan perguruan tinggi dari luar.
"Model pembelajaran student center learning dan problem based learning yang diterapkan oleh FK UGM memungkinkan mahasiswa belajar lebih cepat terkait persoalan klinik dan medik di bidang penyakit tropis. Di tahun ketiga, mereka sudah menguasainya dengan baik," tutur Tri.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.