JAKARTA – Guru honorer berinisal DGW (39) dari Bondowoso, Jawa Timur, terbuai mimpi yang "ditawarkan" Ibu Kota untuk dapat mengubah nasibnya. Tak ayal, ia pun rela menjadi joki 3 in 1 di kawasan Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, mengatakan, langkah yang diambil DGW lantaran malu karena selalu gagal dalam tes CPNS.
"Dia mengaku ingin mengubah nasib di Jakarta. Karena sudah mengajar bertahun-tahun di kampung halaman tapi enggak ada perubahan nasib. 'Saya sudah tes CPNS berkali-kali tapi selalu gagal. Terakhir, kemarin tes saya gagal tapi istri saya lulus. Saya tambah malu sama istri,' begitu katanya," ujar Huda menirukan perkataan DGW, kepada Okezone, Jumat (28/3/2014).
Huda menjelaskan, DGW kerap mangkal di Jalan Patimura di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta Selatan. "Baru sebulan yang lalu dia di Jakarta. Menurut pengakuannya, dia di kampung menjadi guru SD bersama istrinya, WDS, dengan gaji hanya Rp150.000 sampai Rp200.000," terangnya.
DGW, kata Huda, mempunyai seorang anak yang masih berusia lima tahun. Karena frustrasi tidak lulus CPNS ia nekat ke Jakarta hanya dengan membawa uang Rp500.000, tanpa pamit ke anak dan istrinya.
Karena itu, ketika terjaring razia gabungan Satpol PP dengan Dinsos, DGW mengaku kualat akibat tak pamit.
Dijelaskan Huda, DGW merupakan sarjana pendidikan. Setelah terjaring razia, DGW mengaku kapok dan memilih untuk pulang ke kampung halamannya. "Paman DGW, Sujadi (49) mengurus administrasi kepulangannya merasa bingung karena petani kampung," tandas Hadi.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.