Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wamenhub Serahkan Penyebab Kecelakaan KA Malabar ke KNKT

Oris Riswan , Jurnalis-Sabtu, 05 April 2014 |22:09 WIB
Wamenhub Serahkan Penyebab Kecelakaan KA Malabar ke KNKT
Kereta Api Malabar yang mengalami kecelakaan di Tasikmalaya (Foto: Ant)
A
A
A

BANDUNG - Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, belum bisa memastikan penyebab kecelakaan yang menimpa KA Malabar di Tasikmalaya.

Yang jelas, ia menyebut ada tiga faktor yang bisa menyebabkan alat transportasi mengalami kecelakaan. Tiga faktor itu adalah kondisi sarana dan prasarana, human eror, dan kondisi alam.

"Saya tidak ingin mendahului KNKT yang nanti akan melakukan pengawasan atau penyelidikan," ujar Bambang di RS Santosa, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014).

PT KA menurutnya selama ini memiliki penilik jalan yang bertugas mendata jalur kereta api, termasuk titik rawan longsor.

"Pertanyaannya kok bisa longsor ini enggak ketahuan (lebih awal) padahal kita punya penilik jalan? Ini saya tidak mau ambil spekulasi, tapi kenyataannya seperti itu," jelasnya.

Selain penyelidikan oleh KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan, Dirjen Perkeretaapian menurutnya memberikan perhatian khusus. "Kita akan melakukan audit khusus untuk beberapa ruas jalan (rawan longsor)," tutur Bambang.

Dengan audit, titik rawan longsor dan kecelakaan lainnya akan teridentifikasi sebelumnya. Sehingga kecelakaan bisa dicegah lebih dini.

Dirjen Perkeretaapian pun akan berupaya meningkatkan frekuensi pemeriksaan oleh penilik jalan. "Mungkin ada daerah yang bergerak (tanahnya), padahal sebelumnya tidak bergerak. Mungkin karena situasi tata guna lahan dan segala macam," tandas Bambang.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement