Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Emansipasi Wanita Masih Diperlukan

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Senin, 21 April 2014 |19:27 WIB
Emansipasi Wanita Masih Diperlukan
Pramudi Bus Transjakarta mengenakan kebaya di Hari Kartini. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Dulu, pada masa kehidupan Raden Ajeng Kartini,  perjuangan menegakkan emansipasi wanita sangat gencar. Kartini muda tidak gentar memperjuangkan hak kaum perempuan agar setara dengan kaum laki-laki.

Ketika itu, kaum perempuan Indonesia selalu di bawah ketiak laki-laki. Bahkan, perempuan Indonesia juga dilarang bersekolah, hanya laki-lakilah yang boleh menuntut ilmu.

Di era serba modern ini, bagaimanakah posisi emansipasi wanita di mata anak muda Indonesia?

Menurut siswi SMAN 1 Pontianak, Malia Leigenda Anggiane, emansipasi wanita masih sangat dibutuhkan kaum perempuan modern. Saat ini masih ada emansipasi wanita walaupun tidak sekuat dulu.

"Zaman sekarang ini banyak contohnya; wanita yang sekolah hingga ke jenjang S-3, pernah menjadi Presiden. Perempuan yang bercita-cita menjadi calon legislator (caleg) juga bisa mewujudkannya, dengan syarat mempunyai suara minimal 30 persen," ujar siswi kelas XI IPA itu saat dihubungi Okezone, Senin (21/4/2014).

Malia menilai, isu emansipasi wanita ini pun perlu disuarakan lagi. Menurutnya, derajat wanita tidak boleh di bawah kaum laki-laki, tetapi seimbang. Laki-laki dan perempuan, kata Malia, harus setara, saling melengkapi dan tidak boleh memihak siapa posisi yang lebih tinggi.

"Harus sama-sama saling melengkapi. Jadi, tidak boleh melebihi derajat laki-laki namun tidak juga di bawah laki-laki," ucapnya.

 


Ingin rafting gratis di Citarik? Buka link ini

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement