TANGERANG - Besarnya peluang kerja pada dunia inspeksi dan dunia kerja Non Destructive Test (NDT) dikancah internasional membuat Universitas Pramita Indonesia menggelar kuliah umum tehnik mesin dengan mengupas NDT atau yang kerap dikenal dalam Bahasa Indonesia dengan Uji Tak Rusak (UTR).
Puluhan mahasiswa yang teridiri dari Fakultas Mesin begitu antusias mendengarkan bahasan yang disampaikan pemateri Aria Gada Kencana, salah satu dari 25 NDT yang telah memiliki level 3 dengan enam sertifikat di Indonesia.
Dalam paparannya, Aria yang juga pemilik PT Karsa Kencana Indonesia menjelaskan dan mensimulasikan apa itu NDT kepada mahasiswa. Bagaimana metode-metode yang ada dapat diterapkan dalam dunia kerja untuk mengetahui integritas dari suatu material.
"NDT atau uji tak rusak ini dapat digunakan untuk mencari cacat ada materi yang diuji, dengan demikian hal ini akan menjadi salah satu savety agar tidak membahayakan material lain yang akan digunakan dan mencegal hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya kecelakaan kerja," tutur Aria di hadapan mahasiswa, Sabtu (26/4/2014).
Aria juga mengatakan bahwa NDT dapat diterapkan dalam beberapa bidang kerja, seperti salah satunya sektor migas dan fakturing.
Dalam penerapan NDT kata Aria yang berkantor di Citra Raya ini ada 15 metode yang dapat dilakukan untuk memeriksa kerusakan, kebocoran pada material yang diuji. 6 diantaranya visual, ultrasonic, magnetic particle, liquid penetrant dan x-ray dan Eddy current.
Dalam paparannyapun, Aria mengatakan saat ini dunia NDT sangat berpeluang bagi anak-anak bangsa. Pasalnya hingga saat ini Indonesia baru memiliki 25 tenaga ahli NDT yang memiliki level 3.
"Ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat Indonesia, kita harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Selain itu prospek untuk penghidupan juga cukup menjanjikan," tegasnya.
Sementara ituan Kaprodi Tehnik Mesin Pramita, Khaerul Fahmi mengatakan pihaknya sengaja mengambil tema NDT pada kuliah umum kali ini, mengingat materi yang disajikan juga ada dalam bidang studi.
"Mahasiswa harus juga bisa menyerap ilmu dari luar seperti yang disajikan pemateri hari ini yang memang bergelut langsung dengan bidangnya. Apalagi peluang kerja dalam bidang ini cukup menjanjikan, biar memotivasi," katanya.
Dalam kuliah umum, pemateri juga memberikan simulasi kepada mahasiswa dengan menghadirkan berbagai alat yang berhubungan dengan kerja NDT. Dalam simulasi ditampilkan sebuah plat besi yang telah dilas apakah memiliki keretakan atau kebocoran.
"Tadi juga kita simulasikan pada plat, bagaimana cara NDT bekerja untuk mengetahui apakah materi tersebut retak atau tidak dengan metode-metode yang diberikan dalam kuliah umum," pungkas Haris, salah seorang pendamping yang juga dari PT Karsa Kencana Indonesia.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.