Share

Sigmund Freud Jadi Dokter demi Cinta

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Sabtu 10 Mei 2014 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 10 373 983099 PDIHkbldSZ.jpg Sofa yang digunakan Sigmund Freud dalam terapi. (Foto: Konstantin Binder)

JAKARTA - Membaca buku-buku Freud berarti belajar tentang pola pikir Bapak Psikologi Dunia tentang manusia. Meski sudah puluhan tahun berlalu, pemikiran Freud masih menjadi landasan penting para psikolog di berbagai negara.

Di balik nama besarnya, ternyata kehidupan Freud sendiri tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Seperti apa kehidupan Sigmund Freud, berikut lanjutannya seperti dikutip dari Interesting and Revealing Fact About Freud, Sabtu (10/5/2014).

4. Freud menjadi dokter untuk menikahi wanita yang dia cintai

Ketika Freud berusia 26 tahun, dia jatuh cinta pada wanita 21 tahun bernama Martha Bernays. Mereka bertunangan dua bulan kemudian. Sebagai mahasiswa miskin yang masih tinggal bersama orangtuanya, pekerjaan Freud di laboratorium tidak akan cukup untuk membiayai keluarga.

"Sayangku, sangat menyakitkan bagiku untuk berpikir bahwa saya sangat tidak berdaya untuk membuktikan rasa cinta padamu," tulis Freud dalam suratnya ke Martha.

Enam bulan setelah mereka bertemu, Freud berhenti dari kariernya sebagai saintis. Dia lalu menjadi dokter. Freud menghabiskan tiga tahun dalam pelatihan di Vienna General Hospital dan jarang bertemu tunangannya yang ketika itu pindah ke Jerman.

Setelah empat tahun menunggu, Freud dan Bernays akhirnya menikah pada 14 September 1886. Keduanya memiliki enam anak.

5. Mengembangkan kegunaan "terapi bicara"

Meski kini banyak psikoterapis mengkritik atau menolak berbagai teori Freud, banyak juga di antara mereka yang masih menggunakan metode psikoanalisis Freud yang terkenal dalam berbagai kondisi. Terapi bicara memainkan peran penting dalam terapi psikoanalisis dan menjadi bagian penting juga dalam berbagai teknik terapi lainnya.

Dengan menggunakan terapi bicara, terapis mencari tahu peristiwa tertentu yang menjadi penyebab kesulitan pasien saat ini. Psikoanalis mempercayai bahwa peristiwa pada masa kecil, alam bawah sadar serta pemikiran dan motivasi berperan dalam penyakit mental dan perilaku maladaptif.

6. Hanya sekali mengunjungi Amerika

Pada 1909, psikolog Amerika G Stanley Hall mengundang Freud to berbicara tentang psikoanalisis di Clark University. Awalnya dia menolak, tetapi Freud luluh dengan bujukan Hall yang sangat gigih. Freud ke Amerika dengan ditemani koleganya, Carl Jung dan Sandor Ferenczi.

Setelah bertemu dengan AA Brill dan Ernst Jones, kelompok kecil ini menghabiskan beberapa hari untuk menikmati Kota New York lalu pergi ke Clark University. Di kampus ini, Freud menyampaikan kuliah berseri tentang sejarah dan perkembangan psikoanalisis.

"Begitu saya menapaki panggung, saya merasakan sebuah mimpi akhirnya menjadi nyata; psikoanalisis tidak lagi menjadi sebuah delusi, ia adalah bagian dari kenyataan," (Wallace, 1975).

7. Dipaksa meninggalkan Wina oleh Nazi

Buku-buku Freud dibakar bersama dengan karya para pemikir terkenal lainnya. "Sebuah kemajuan. Pada abad pertengahan, mereka akan membakar saya; sekarang mereka menambahkannya dengan membakar buku-buku saya," kata Freud kepada seorang temannya.

Freud dan anak perempuannya, Anna, diinterogasi oleh Gestapo. Namun sebelum teman Freud, Marie Bonaparte mampu mengirimkan mereka ke Inggris dengan aman. Bonaparte juga mencoba menyelamatkan empat adik perempuan Freud, namun gagal. Keempat adik Freud meninggal di kamp konsentrasi Nazi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini