Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Penyebab Golkar-Demokrat Gagal Bentuk Poros Baru

Misbahol Munir , Jurnalis-Senin, 19 Mei 2014 |19:37 WIB
Ini Penyebab Golkar-Demokrat Gagal Bentuk Poros Baru
Ilustrasi (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Rencana koalisi yang digagas Partai Demokrat dengan Partai Golkar untuk membangun poros baru akhirnya urung diwujudkan.
 
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli, mengungkapkan gagalnya kesepakatan tersebut lantaran Golkar ngotot menyodorkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presidennya. Sementara Demokrat menilai elektabilitas Ical tidak mengalami peningkatan sama sekali.
 
"Demokrat inginnya, selain ARB, siapapun itu, kemudian cawapresnya konvensi, tapi enggak ada kesepakatan. Kita maunya sosok selain ARB. Golkar tetap ajukan ARB.
Melihat elektabilitas, ARB tidak mungkin menang, ngapain kalau betanding kita kalah," jelas Melani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2014).
 
Kata dia, seandainya Golkar legowo menyodorkan kader lain, poros baru bisa terwujud dan peluang untuk menang di Pilpres 2014 masih terbuka. "Kalau sosok lain, seperti Hamengku Buwono X, ada harapan untuk menang. SBY ngajak ARB untuk jadi king maker, tapi ARB ternyata tidak mau, maunya nyapres," jelas dia.
 
Dia menjelaskan, meskipun Golkar meminta Pramono Edhie menjadi pendamping Ical, peluang untuk menang sangat tipis. "Golkar ajukan Pramono Edhie, karena sipil-militer. Tapi kita lihat elektabilitas bakalan kalah. Kekuatan 10 persen pilih capres-cawapres yang sesuai dengan Demokrat," pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement