Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolres Bogor Larang Anggota Tonton Piala Dunia

Yudhi Maulana , Jurnalis-Senin, 07 Juli 2014 |11:55 WIB
 Kapolres Bogor Larang Anggota Tonton Piala Dunia
A
A
A

BOGOR- Demi mengamankan jalannya pemilihan presiden (pilpres) tanggal 9 Juli nanti, Polres Bogor Kota akan mengerahkan ribuan personel.

Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengingatkan kepada seluruh personelnya untuk menyiapkan diri, baik kesehatan maupun mentalnya. Ia juga mengingatkan anggotanya untuk tidak menonton pertandingan bola piala dunia yang telah memasuki babak semifinal.

"Untuk petugas dilarang menonton bola. Karena takutnya kebablasan dan ngantuk, soalnya pelaksanaan pilpres berlangsung panjang," jelasnya saat gelar pasukan di Mapolres Bogor Kota, Senin (7/7/2014).

Lanjutnya, kepada seluruh personel yang merasa sakit, untuk segera melapor, sebab ia tidak ingin ada kekosongan saat pengamanan. "Tinggalkan bola, kalau mau nonton lihat siaran ulangnya saja nanti kita nonton bersama-sama," tambahnya.

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya ancaman-ancaman serius memasuki hari pencoblosan, namun pihaknya akan terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya gejolak atau ancaman yang bisa menganggu kondusifitas jalannya pilpres.

Dalam apel gelar pasukan, pihaknya mengecek seluruh kesiapan para personil, baik dari segi kesehatan maupunperlengkapan pengamanan. Ada 6.000 petugas gabungan telah disiagakan yang datang dari berbagai unsur seperti kepolisian, Satpol PP, Linmas, TNI, Kodim dan POM.

"Kami berharap agar pilpres kali ini berjalan dengan lancar dan aman tanpa adanya gangguan-gangguan ataupun ancaman yang berarti," tukasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement