JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghapus sistem sekolah double shift pada 2015. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengemukakan, Pemprov akan menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.
"Kita akan masukkan ke APBD 2015 sekitar satu sampai satu setengah T (triliun). Double shift akan jadi pagi. Prinsipnya pagi hari. Tetapi tentu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kalau untuk yang DKI sendiri, mulai 2015," kata Lasro, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Lasro mengemukakan, kebijakan tersebut akan diiringi dengan rehabilitasi dan pembangunan gedung sekolah baru. Dia mencatat sekolah yang masih menggunakan sistem double shift untuk tingkat SD sebanyak 486 sekolah, SMP sebanyak 261 sekolah, SMA sebanyak 12 sekolah, dan SMK 85 sekolah.
"Kalau yang negeri, kita akan memegang prinsip sekolah itu enggak lagi satu lantai, dua lantai, langsung rehab total empat lantai minimal. Jadi artinya dengan memegang prinsip itu, sekolah bisa menampung semua pada pagi hari," jelas Lasro.
Sementara untuk yang swasta, lanjut Lasro, akan didorong untuk menambah ruangan. "Bagi sekolah yang enggak punya gedung. Kita akan diskusikan agar menjadi perhatian supaya mereka punya gedung sendiri, tidak lagi numpang," tukasnya.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.