SURABAYA – Bayi kembar siam asal Ponorogo, Jawa Timur, Aldi dan Aldo menjalani operasi pemisahan darurat di RSU Dr Soetomo Surabaya, karena kondisi kesehatan keduanya terus menurun. Operasi pemisahan merupakan cara satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa kakak beradik itu.
Suasana haru dan sedih kental terasa menjelang bayi kembar siam dempet dada dan perut itu dibawa ke ruang operasi di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) Dr Soetomo. Puji Astutik, ibu kandung Aldi-Aldo, tak berhenti menangis sambil membelai-belai kepala putra kembarnya.
Seakan mengetahui tangisan dan belaian sayang ibu mereka, Aldi maupun Aldo merespon juga dengan menangis. Setelah momen mengharukan tersebut, tim dokter memeriksa kondisi bayi kembar siam berusia dua bulan itu.
Kondisi bayi kembar itu terus memburuk dan kritis. Aldi mengalami lemah jantung dan mempengaruhi kesehatan saudara kembarnya, Aldo. Dokter pun terpaksa melakukan proses pemisahan untuk menyelamatkan nyawa keduanya.
Tim dokter dibuat khawatir dengan kondisi Aldi dan Aldo. Pasalnya, risiko terburuk bisa kapan saja terjadi di meja operasi. “Tapi yang pasti, kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar ketua tim dokter, dr Agus Hariyanto di lokasi, Rabu (20/8/2014).
Sementara itu, orangtua Aldi Aldo mengaku pasrah dan siap dengan risiko yang terjadi selama operasi berlangsung. Orangtua berharap yang terbaik untuk dua anak mereka. “Kami sebagai orangtua berharap yang terbaik untuk dua-duanya,” ujar Puji Astuti.
Operasi pemisahan darurat dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan melibatkan 100 dokter dan perawat. Sebelum memulai operasi, tim dokter melakukan beberapa persiapan di antaranya kembali melakukan pemeriksaan jantung bayi kembar.
Aldi Wahyu Pratama dan Aldo Wahyu Pratama merupakan anak kedua dan ketiga pasangan Sukoto dan Puji Astuti. Keduanya lahir pada 11 juni 2014.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.