nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eurico Guterres Sebut Pencarian Tulang Lobato hanya Sandiwara

ant, Jurnalis · Selasa 16 September 2014 12:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 16 337 1039767 UB0dCNEtVO.jpg Agum Gumelar (Foto: Okezone)

KUPANG -  Ketua Umum DPP Uni Timor Aswain atau organisasi yang memayungi warga Timor Timur di Indonesia (Untas), Eurico Guterres mengatakan tidak adil jika Tim Pencari Fakta hanya mencari tulang jasad Presiden Fretilin Timor Leste Nicolau dos Reis Lobato.

"Itu rencana bagus, tapi kalau hanya cari tulang Lobato, itu tidak adil, sebab ada juga korban pro-Indonesia yang hingga kini jasadnya tidak tahu dikebumikan di mana. Kalau mau tuntas, cari semua tulang dari pro-Indonesia yang dibunuh Fretilin ketika itu. Jangan cuma tulang satu orang Lobato," kata Eurico Guterres di Kupang, Selasa (16/9/2014).

Dia mengemukakan hal itu sebagai sikap protes terhadap rencana pemerintah mencari tulang belulang Nicolau Lobato oleh sebuah tim pencari fakta yang dibentuk Pemerintahan SBY.

Tim dipimpin Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Agum Gumelar.

Menurut dia, jika pemerintah memiliki uang untuk mencari tulang, maka sebaiknya digunakan untuk mencari tulang pro-Indonesia, korban pembunuhan 1959 di Viqueque.

"Saya juga heran, kenapa pada awal Pemerintahan SBY mengajak Xanana membentuk KKP (Komisi Kebenaran dan Persahabatan) Indonesia Timor Leste dan di ujung kekuasaannya, SBY membentuk tim pencari fakta untuk membongkar "luka" lama. Maksudnya apa," katanya dalam nada tanya.

Padahal, menurut dia, hasil rekomendasi KKP yang ditandatangani SBY-Xanana Gusmao di Bali pada Juli 2008 silam, sudah tegas menyatakan melupakan masa lalu dan akan menatap masa depan bersama yang lebih damai.

Dia juga menilai agak lucu juga membentuk TPF ini karena semua tahu bahwa pada waktu itu Agum Gumelar dan tentara lainnya bertugas di Timtim.

"Kenapa tidak tunjukkan saja tempat jasad itu dimakamkan tanpa harus bersandiwara dengan pembentukan TPF segala yang menyita waktu, tenaga dan biaya negara," kata Eurico yang saat ini terpilih sebagai anggota DPR-RI pada pemilu legislatif 2014 dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia mengatakan Untas bermaksud menyurati TPF dan akan berusaha menemui pimpinan TPF untuk minta kejelasan, sambil membawa nama korban pembunuhan Fretilin dari pro-Indonesia agar dicari tulangnya sekalian.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini