CIANJUR - Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kaya dengan sejarah peradaban zaman batu. Karena itu, tidak mustahil suatu saat UNESCO mengakuinya sebagai warisan dunia.
Namun, mendapatkan pengakuan seperti itu tidak mudah. Situs Gunung Padang harus memenuhi persyaratan internasional terlebih dahulu. Saat ini, situs purbakala di Indonesia yang diakui UNESCO baru Candi Borobudur.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Yusuf Budi Ariyanto, mengatakan, berdasarkan penelitian para ahli arkeologi, Gunung Padang merupakan salah satu situs megalitikum besar di dunia.
“Akan kami cari data-data yang konkret. Sebab, sangat mungkin dan sangat besar situs itu masuk pengakuan UNESCO,” ujar Yusuf, Rabu (17/9/2014).
Dia melanjutkan, sebenarnya keberadaan Situs Gunung Padang sudah ditetapkan oleh undang-undang pada 1977. Namun dikukuhkan lagi dengan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.
Hak pengelolaan, kata Yusuf, ada di semua pihak, seperti Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur, Balai Pelestarian Cagar Budaya, dan lainnya.
“BPCB hanya bertugas melestarikan, melindungi, dan memelihara cagar budaya," imbuhnya.
Saat ini ada sembilan juru pelihara dan konservator yang menangani Situs Gunung Padang. Sementara untuk ekskavasi dilakukan oleh tim nasional.
"Kami berupaya menyiapkan Situs Gunung Padang tahun ini melalui pembangunan drainase di sekeliling situs, penguatan supaya tidak erosi, dan pembuatan jalan. Diperkirakan pengerjaannya dua bulan,” pungkasnya.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.