SURABAYA - Museum 10 November di kawasan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, dibanjiri pengunjung setiap peringatan Hari Pahlawan. Museum ini menjadi kilas balik sejarah perjuangan Arek-arek Suroboyo melawan Inggris dalam mempertahankan kemerdekaan.
Di museum ini, pengunjung dapat mendengarkan secara langsung suara asli Sutomo atau Bung Tomo saat membakar semangat anak muda untuk berjuang. Koleksi naskah pidato Bung Tomo, senjata bambu runcing, serta senjata perang hasil rampasan dari tentara Jepang dan Belanda juga ada.
Para pengunjung tidak perlu khawatir karena pihak museum menyediakan pemandu untuk menjelaskan sejarah benda-benda di dalamnya. Lalu bagian yang paling banyak disukai oleh pengunjung adalah diorama Bung Tomo.
"Pengunjung bisa mendengarkan langsung suara lantang Bung Tomo sekaligus suasana historis teriakan-teriakan pejuang yang bertempur. Seolah-olah orang yang berkunjung larut dalam perang," ujar seorang pemandu di museum, Senin (10/11/2014).
Hal tersebut diamini oleh Riska, seorang pelajar yang berkunjung. Ia merasakan nuansa berbeda ketika masuk ke meseum, khususnya di ruang bawah tanah. Pidoto Bung Tomo, desing peluru, dan bom membuatnya merinding.
"Auranya berbeda, karena pidato Bung Tomo yang berapi-api. Melihat perjuangan seperti itu, kami sebagai pelajar mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan," jelasnya.
Di dalam museum juga terdapat mobil merek Opel produksi 1956. Mobil itulah yang digunakan oleh Bung Tomo di masa lampau. Juga terdapat patung presiden pertama RI, Soekarno, dan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman, serta patung-patung para founding father Indonesia.
Area Tugu Pahlawan merupakan pusat pertempuran antara pribumi dengan tentara Inggris. Ratusan ribu warga sipil gugur dalam pertempuran tersebut. Perang terjadi lantaran warga pribumi menolak menyerahkan senjata rampasan dari tentara Jepang ke tangan Inggris.
(Risna Nur Rahayu)