YOGYAKARTA - Tak ada larangan bagi purnawirawan untuk masuk ke dunia politik, namun Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Gatot Nurmantyo, berharap para purnawirawan TNI tidak terjun ke dunia politik.
"Purnawirawan enggak usah ke politik, kadang buat bingung kita yang junior. Tapi ya sudah, enggak perlu diributkan, yang penting kita semua bersatu," kata Gatot dalam sarasehan dengan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Bale Raos, Kraton Yogyakarta, Rabu (12/11/2014).
Meski demikian, dia meminta pada para purnawirawan yang terjun ke dunia politik agar tidak membawa nama kesatuan, khususnya TNI AD. Tidak sepantasnya bagi politikus dari purnawirawan mengkait-kaitkan dengan kesatuan TNI.
"Purnawirawan yang ke politik jangan bawa-bawa nama TNI/Polri. Kita tidak berpolitik, yang ada politik negara," kata lulusan Akademi Militer 1982 itu.
Gatot melihat, kondisi bangsa Indonesia saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. Terlebih, pasca-pesta demokrasi pemilihan Presiden dan pemilihan anggota legislatif beberapa waktu lalu tidak muncul gejolak di masyarakat.
"Pemilu dan pergantian presiden kemarin telah berlangsung dengan damai, tidak ada gejolak di masyarakat," kata pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 13 Maret 1960 itu.
Gatot juga meminta agar purnawirawan bergerilya melawan 'invisible hand' dari pihak asing yang ingin mengusai Indonesia. "Banyak tangan-tangan tidak terlihat ingin menguasai Indonesia, kita harus lawan dengan semangat persatuan," katanya.
Dia memberi contah anak-anak muda sudah banyak yang melupakan tradisi dan perjuangan pejuang-pejuang terdahulu. Sikap acuh dan individualistik mencerminkan semangat persatuan bangsa.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan, sarasehan itu merupakan salah satu dari rangkaian beberapa acara dalam menyambut hari Pahlawan, 10 November.
Beberapa kegiatan yang dilakukan seperti mengunjungi Siti Hinggil Keraton Yogyakarta di mana saat itu dipergunakan sebagai Pelantikan Presiden Soekarno. Kemudian, melihat-lihat area Keraton, hingga mengunjungi Memorial Jenderal Besar Soeharto di Kemusuk, Sedayu, Bantul, DIY.
"Kemarin sudah berkunjung ke Taman Makam Pahlawan, ini nanti melihat lihat area Keraton di Siti Hinggil," katanya.
Purnawirawan itu juga sudah mengunjungi Taman Makam Pahlawan di Jalan Kusumanegara, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Di lokasi itu juga dimakamkan Pahlawan Nasional, Jendral Soedirman, yang namanya banyak diabadikan di berbagai jalan protokol, hingga universitas di negeri ini.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.