Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kubu Agung Laksono Enggan Disebut Politik Burung Unta

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Senin, 22 Desember 2014 |14:48 WIB
Kubu Agung Laksono Enggan Disebut Politik Burung Unta
Kubu Agung Laksono Enggan Disebut Politik Burung Unta (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Partai Golkar kubu Agung Laksono menolak tudingan Hajriyanto H Thohari yang menyebut elite partai beringin itu sedang bermain politik burung unta.

Hal itu karena tidak kunjung adanya islah dua kubu yang berseteru itu.

Ketua DPP Golkar, Leo Nababan menegaskan kubunya sudah mengirimkan juru runding untuk menyelesaikan konflik yang ada. Namun, Leo mengklaim niat baik tersebut tidak disambut positif oleh kubu Aburizal Bakrie (Ical).

"Percuma kalau kita siapkan juru runding sementara mereka tidak ada sambutannya," kata Leo saat dihubungi wartawan, Senin (22/12/2014).

Leo menambahkan, setelah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Ancol, pihaknya juga sudah menjalankan tugas dan fungsi kepartaian dengan baik.

"Ini kami sudah jadi organisasi yang sebenarnya, program sudah kami jalankan," tutupnya.

Sebelumnya, Hajriyanto Thohari sebagai politikus senior Partai Golkar menyebut elite Golkar sedang bermain politik burung unta. Sebab, kata Hajriyanto, burung unta biasanya hanya menganggap adanya musuh yang kelihatan mata saja.

"DPP Golkar sekarang ini sedang memainkan apa yang disebut dengan 'politik burung unta'. Burung unta itu selalu menyembunyikan kepalanya di pojok bila merasa sudah tidak ada musuh yang mengejar, dan matanya sudah tidak melihat ada musuh," tutur Hajriyanto.

(Susi Fatimah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement